Soroti Dugaan Beras Busuk Bansos DKI, Partai Garuda: Jangan Apriori Dulu ke KPK

Selasa, 24 Januari 2023 – 18:30 WIB

VIVA Politik – Adanya temuan ribuan ton beras busuk jadi sorotan karena membuat heboh publik lantaran diduga terkait diduga program bantuan sosial (bansos) Covid-19. Dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah mempersilakan bila ada pihak yang ingin laporkan dugaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyoroti dugaan beras bansos Covid-19. Bagi dia, mesti jelas dugaan tersebut apakah korupsi atau kelalaian dalam pendistribusian.

“Apakah benar ada korupsi beras bansos DKI tahun 2020 senilai Rp2,7 triliun? Atau apakah ada pihak yang tidak melaksanakan tugas mendistribusi? Ini dua hal yang berbeda,” kata Teddy, dalam keterangannya, Selasa, 24 Januari 2023.

Dia mengatakan kalau dugaan korupsi itu dengan modus seperti laporan pembelian beras ada tapi barangnya tidak ada. Lalu, cara lainnya seperti ada barangnya tapi disalurkan ke tempat lain untuk mencari keuntungan. 

“Kalau temuan ini, temuan barang bukan temuan bukti pembelian. Jadi, mau permasalahkan yang mana?” jelas Teddy. 

Teddy berharap jika ada pihak yang membuka di awal maka mesti jelas mau melaporkan apa ke KPK. Dia mengatakan demikian karena laporan itu antara dugaan korupsi atau dugaan tak melaksanakan tugas.

Halaman Selanjutnya

Dia bilang bila laporan dugaan korupsi maka mesti ke KPK. Tapi, kalau laporan tak melaksanakan tugas, maka aduannya ke pihak terkait yang bertanggungjawab atas pendistribusian bansos. 

img_title

source

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *