Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Aceh memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh Sukarelawan Aceh Mengajar yang telah mengabdikan diri di berbagai pelosok Aceh demi membawa cahaya pendidikan ke tempat-tempat yang selama ini kurang tersentuh.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA, mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam acara Wisuda Sukarelawan Aceh Mengajar Batch 1.
Wisuda ini diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Dr Meurah Budiman SH, MH, selaku Penasihat Aceh Mengajar.
Turut hadir sejumlah tokoh pendidikan, akademisi dari berbagai universitas di Aceh, para orang tua sukarelawan, serta pegiat pendidikan yang turut menginisiasi gerakan ini.
Dalam sambutannya, Marthunis menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan.
Namun, masih banyak anak Aceh yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak akibat keterbatasan praarana, sarana, dan tenaga pengajar.
Di sinilah peran penting para Sukarelawan Aceh Mengajar yang hadir dengan penuh ketulusan, meninggalkan kenyamanan, dan menempuh perjalanan jauh demi membagikan ilmu di pelosok Aceh.
“Pengabdian yang Anda lakukan tidak hanya menyentuh ranah pendidikan, tetapi juga hati dan harapan masyarakat.
Anda adalah duta-duta kebaikan yang membawa nama Aceh dengan penuh kebanggaan,” ujar Marthunis.
Ia juga menegaskan bahwa wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang telah dibekali oleh pengalaman luar biasa di lapangan.
Nilai-nilai seperti kesederhanaan, kegigihan, dan makna pengabdian diyakini akan menjadi bekal berharga bagi para sukarelawan ke depan.
Marthunis juga mengisahkan pengalamannya saat mengikuti kegiatan serupa di tahun 2017 melalui program Kelas Inspirasi.
Ia menekankan pentingnya memberikan inspirasi kepada anak-anak di daerah terpencil agar memiliki imajinasi dan cita-cita yang lebih luas.
“Dulu saya sempat bertanya kepada anak-anak di daerah terpencil. Banyak dari mereka hanya bermimpi menjadi nelayan seperti orang tuanya. Padahal, imajinasi adalah awal dari perubahan besar,” ujarnya.
“Jika anak mempunyai imajinasi menjadi pengusaha perikanan, maka ia akan mencari tahu bagaimana cara menjadi sosok yang diimpikan tersebut dan bisa mengubah masa depan mereka,” lanjutnya.
Pemerintah Aceh menyambut baik inisiatif Gerakan Aceh Mengajar dan menilai sinergi antara masyarakat, generasi muda, dan pemerintah adalah kunci untuk membangun pendidikan yang inklusif dan merata di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.
Mengakhiri sambutannya, Marthunis menyampaikan harapan agar para sukarelawan terus menjaga semangat pengabdian, karena setiap langkah kecil yang dilakukan akan menjadi amal jariah dan investasi terbesar bagi masa depan Aceh.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, yang diwakili oleh Pamong Budaya Disdikbud Aceh Besar, Rusydi SAg, menyampaikan bahwa Wisuda Sukarelawan Aceh Mengajar Batch 10 tahun ini diikuti oleh 13 peserta.
“Mereka berasal dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Jambi,” sebutnya.
Selama 15 hari, ke-13 sukarelawan tersebut telah mengabdikan diri di wilayah Aceh Besar.
“Mereka ditempatkan di beberapa satuan pendidikan, antara lain, di SMA Negeri 3 Seulimuem, SMP Negeri 4 dan 5 Seulimuem, SDN Trans Despot Leungah, SDN Kuta Rentang, SDN Lampanah, dan SDN Leungah,” pungkasnya. (*)







