Sabang|BidikIndonesia.com – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 dipastikan kembali melayani lintasan Ulee Lheue – Balohan mulai Minggu 5 Juli 2026. Kepastian itu disampaikan setelah kapal dinyatakan memenuhi persyaratan teknis dan memperoleh persetujuan untuk kembali beroperasi usai sempat dihentikan akibat insiden ledakan di ruang mesin beberapa waktu lalu.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan pihaknya telah menerima persetujuan pengoperasian kembali kapal tersebut.
“Kami baru mendapat persetujuan untuk Aceh Hebat 2 beroperasi kembali,” kata Andri.
Sebelumnya, ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan insiden ledakan yang terjadi saat kegiatan praktik lapangan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati. Garis polisi kemudian resmi dicabut oleh Polda Aceh pada Kamis (2/7/2026) setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai dilakukan.
Meski demikian, kapal tidak langsung dioperasikan. PT ASDP bersama instansi terkait terlebih dahulu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal untuk memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran telah terpenuhi.
Menurut Andri, pemeriksaan tersebut melibatkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai lembaga yang berwenang melakukan verifikasi kelaikan kapal.
“Setelah seluruh pemeriksaan teknis selesai dan dinyatakan layak, kapal dapat kembali melayani masyarakat,” ujarnya.
Proses pelepasan garis polisi di Pelabuhan Ulee Lheue turut disaksikan oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, KSOP Kelas IV Malahayati, Dinas Perhubungan Aceh, serta manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh sebelumnya juga telah mengajukan permohonan kepada Polda Aceh agar kapal dapat segera dioperasikan kembali guna membantu memenuhi kebutuhan penyeberangan selama masa libur sekolah yang mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Diketahui, KMP Aceh Hebat 2 sempat dihentikan operasionalnya setelah terjadi ledakan di ruang mesin kapal yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar. Insiden tersebut juga menyebabkan tiga taruna Politeknik Pelayaran Malahayati meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Ketiga korban meninggal masing-masing Fahri Herdi Eko, Muhammad Bilal Ramzi, dan Muhammad Zulfikar.
Dengan kembali beroperasinya KMP Aceh Hebat 2, layanan penyeberangan Ulee Lheue – Balohan diharapkan kembali normal sehingga dapat mengurangi antrean kendaraan dan penumpang menuju maupun dari Kota Sabang, terutama pada akhir pekan dan masa libur panjang seperti libur sekolah saat ini.







