PLTD Apung Jadi Destinasi Edukasi Favorit, Pengunjung Belajar Mitigasi Bencana

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Wisata sejarah dan edukasi PLTD Apung di Kota Banda Aceh terus menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin mempelajari peristiwa gempa dan tsunami Aceh 2004. Keberadaan kapal pembangkit listrik seberat ribuan ton yang terseret gelombang tsunami sekitar lima kilometer dari laut hingga ke kawasan permukiman warga menjadi pengingat nyata dahsyatnya bencana yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Pada musim liburan, saat ini kawasan PLTD Apung dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Selain menikmati objek wisata, mereka juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mempelajari sejarah serta pentingnya mitigasi bencana melalui berbagai fasilitas edukasi yang tersedia.

Salah seorang pengunjung asal Riau, Eka, mengaku sengaja datang ke PLTD Apung untuk melihat langsung salah satu peninggalan tsunami Aceh. Menurutnya, pengalaman menyaksikan kapal raksasa yang berada di tengah permukiman memberikan kesan yang jauh lebih mendalam dibandingkan hanya membaca buku atau menonton dokumentasi.

“Saat pertama masuk, saya merinding melihat kapal sebesar ini bisa ada di atas rumah warga. Berarti dulu gelombang tsunaminya sangat dahsyat. Selain berkunjung, saya juga ingin memperkenalkan sejarah ini kepada anak saya. Dengan datang langsung ke tempat seperti ini, mereka bisa lebih memahami dan mengingat peristiwa tersebut,” ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.

Sementara itu, pengelola PLTD Apung, Agus, mengatakan destinasi tersebut tidak hanya menjadi objek wisata sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi kebencanaan bagi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk pelajar dan wisatawan mancanegara.

Bacaan Lainnya

Menurut Agus, jumlah kunjungan meningkat selama musim liburan. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Banda Aceh, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Medan, Padang, dan Riau.

“Saat musim liburan seperti sekarang, banyak wisatawan yang datang bukan hanya dari Banda Aceh, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Medan, Padang, bahkan Riau. Kami juga terus menjaga dan meningkatkan standar fasilitas agar pengunjung merasa nyaman selama di PLTD Apung,” katanya.

PLTD Apung merupakan kapal pembangkit listrik milik PLN yang terseret gelombang tsunami hingga sekitar lima kilometer dari lokasi semula di laut. Kini, kapal tersebut menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Aceh sekaligus media pembelajaran mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain menjadi pengingat salah satu bencana terbesar dalam sejarah Indonesia, PLTD Apung juga menjadi simbol ketangguhan masyarakat Aceh dalam bangkit pascatsunami. Melalui wisata edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *