Rapat Bersama Kelompok Tani, DKPPP Percepat Pemulihan Lahan Pertanian

Lhokseumawe|BidikIndonesia.com – Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir melalui program optimalisasi lahan sawah terdampak bencana di Kecamatan Blang Mangat.

Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar rapat koordinasi bersama kelompok tani yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Blang Mangat,

Rapat dipimpin Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan DKPPP Kota Lhokseumawe, Alamsyah, S.St.Pi, mewakili Kepala DKPPP, serta diikuti jajaran dinas dan perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Blang Mangat.

Lhokseumawe – Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir melalui program optimalisasi lahan sawah terdampak bencana di Kecamatan Blang Mangat.

Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar rapat koordinasi bersama kelompok tani yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Blang Mangat,

Bacaan Lainnya

Rapat dipimpin Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan DKPPP Kota Lhokseumawe, Alamsyah, S.St.Pi, mewakili Kepala DKPPP, serta diikuti jajaran dinas dan perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Blang Mangat.

Koordinasi yang baik dinilai menjadi faktor penting agar proses pemulihan lahan pertanian dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan memberikan hasil yang maksimal bagi petani.

Melalui program ini, pemerintah berharap lahan sawah yang sebelumnya terdampak banjir dapat kembali produktif sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian di Kota Lhokseumawe.

Pemulihan lahan pertanian juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan lahan secara optimal.

Program Optimalisasi Lahan Sawah Terdampak Bencana merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mempercepat rehabilitasi sektor pertanian pascabencana serta memastikan lahan pertanian kembali berfungsi sebagai penopang produksi pangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *