Banda Aceh|BidikIndonesia.com – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh berkomitmen mengevaluasi menyeluruh terhadap program magang di kapal untuk taruna pelayaran pascainsiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2.
“Evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan,” kata GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, di Banda Aceh, Jumat.
Seperti diketahui, sebelumnya, terjadi ledakan di kamar mesin kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 rute Banda Aceh – Sabang, saat sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat (12/6).
Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, diantaranya 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang sedang mengikuti program magang, dan seorang anak buah kapal KMP Aceh Hebat 2. Hingga kini tiga orang telah meninggal dunia, dan lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Andri menjelaskan, program magang taruna merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor transportasi penyeberangan. Maka, keselamatan akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaannya.
Pasca insiden tersebut, kata Andri, ASDP bersama seluruh pihak terkait melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk aspek keselamatan, prosedur kerja, pembekalan, pendampingan, serta kesiapsiagaan dalam kondisi darurat.
Ke depan, lanjut dia, penguatan budaya keselamatan akan terus menjadi fokus, melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur, penguatan mitigasi risiko, peningkatan kompetensi personel.
“Serta, melakukan penguatan pengawasan yang lebih optimal dalam setiap aktivitas operasional, termasuk pelaksanaan program magang,” ujarnya.
Ia menekankan, pada prinsipnya, setiap pembelajaran dari suatu kejadian menjadi momentum bagi ASDP untuk terus memperkuat sistem keselamatan.
“Sehingga, seluruh aktivitas operasional dapat berjalan dengan semakin aman, andal, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat,” tegas Andri.
Sementara itu, Pengelola Kehumasan Poltekpel Malahayati, Andriyan menjelaskan, untuk program praktek di atas kapal merupakan kegiatan rutin dan bagian dari rangkaian kegiatan praktek sehari-hari taruna, dan kedepannya terus berjalan sebagaimana mestinya.
Saat ini, lanjut dia, pihak sedang berfokus pada pemulihan korban terdampak, semoga semuanya membaik, dan segera melanjutkan pendidikan.
“Untuk korban berfokus ke pemulihan dan kita doakan agar segera pulih dan bisa melanjutkan cita-cita mereka,” demikian Andriyan.







