Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara dapat Dilewati, namun Ekstra Hati-hati

Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Akses jalan Gunung Salak yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, hingga Selasa (03/2/2026) sudah bisa dilalui kendaraan berbadan besar.

Namun, sejumlah titik masih terdapat longsor di kiri-kanan jalan, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati. Erwin Saputra (40), salah seorang warga Kabupaten Bener Meriah, kepada Kompas.com menyebutkan bahwa sepanjang rute jalan penghubung dua kabupaten itu sangat banyak biram jalan longsor pascabanjir.

“Kita harap, Kementerian Pekerjaan Umum bisa menyempurnakan perbaikan jalan ini. Saat ini memang sudah bisa kita lewati, namun beberapa titik harus ekstra hati-hati. Silap sedikit langsung terjun ke jurang,” kata Erwin.

Sentral Distribusi Hasil Tani

Erwin menyebutkan lintasan itu merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan daerah tengah Aceh ke wilayah lainnya. Perbaikan jalan secara maksimal sangat dibutuhkan agar kondisinya kembali seperti sebelum bencana melanda.

Bacaan Lainnya

“Agar kami mudah mengangkut hasil pertanian ke daerah lainnya. Selain itu, kami daerah wisata, agar wisatawan mau datang kembali ke Aceh Tengah,” katanya.

Senada dengan Erwin, Antoni Muhammad (20), warga Bener Meriah lainnya, menegaskan bahwa akses jalan Gunung Salak menjadi sentral penghubung yang perbaikannya harus segera disempurnakan.

Butuh Penerangan Jalan

Selain masalah aspal yang amblas, faktor keselamatan di malam hari menjadi sorotan warga. Kondisi jalan yang gelap dan sering berkabut kerap memicu kecelakaan maut di jalur tersebut.

“Kami memilih jalur ini karena lebih dekat ke Aceh Utara. Selain badan jalan yang longsor di sisi kiri-kanan, kami mohon juga dibantu pasang penerangan sepanjang jalur ini.

Karena beberapa kali pengendara masuk jurang karena gelap dan berkabut,” ujar Antoni. Sebagai informasi, tercatat ada tujuh ruas jalan amblas di sepanjang Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara saat bencana longsor melanda pada 26 November 2025 lalu.

Kejadian itu sempat membuat daerah tengah Aceh terisolasi total. Saat ini, jalan sudah bisa dilalui berkat penanganan darurat dari Kementerian Pekerjaan Umum RI.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *