Harga semen andalas di Aceh melandai dan ada bertahan tinggi

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Harga semen di Provinsi Aceh mulai turun seiring stabilnya pasokan, meskipun di sejumlah daerah harganya masih tinggi dari harga normal.

“Saat ini harga semen di Aceh Besar harganya sudah turun dan kembali normal yakni  Rp66 ribu per sak, dari sebelumnya harga jual yang sempat naik mencapai Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per sak,” kata Peli, pedagang semen di Aceh Besar, Jumat.

Ia menjelaskan penurunan harga semen tersebut telah terjadi dalam satu pekan terakhir menyusul lancarnya pasokan semen dari PT Solusi Bangun Andalas.

Sebagai informasi, harga semen sempat melonjak drastis pada angka Rp95 ribu (Semen Padang) hingga Rp105 ribu per sak (Semen Andalas), akibat tingginya permintaan di Aceh yang memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sebelumnya, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah Aceh, proyeksi kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai sekitar 4.200 ton (105.000) per hari.

Bacaan Lainnya

Hal senada juga disampaikan Muhklis, pedagang lainnya, di Banda Aceh. Ia mengatakan harga jual semen saat ini untuk Banda Aceh Rp68 ribu per sak. Harga tersebut telah normal kembali dibanding kenaikan drastis sebelumnya.

Sementara daerah yang harganya masih tinggi, meskipun telah mengalami penurunan yakni di Kabupaten Pidie. Harga semen Andalas di daerah itu saat ini dibanderol Rp75 ribu sampai Rp80 ribu per sak dari harga sebelumnya yang naik mencapai Rp120 ribu per sak.

“Saat ini stok saat ini sangat cukup, meskipun harganya masih tinggi dari harga normal biasanya Rp68 ribu per sak.

Januar, warga di Kabupaten Pidie, mengatakan harga semen yang baru dibelinya untuk melanjutkan pembangunan toko miliknya masih tergolong tinggi yakni sekitar Rp80 ribu per sak.

“Pedagang tempat saya beli menyarankan untuk tidak membeli dalam jumlah besar dulu sebab kemungkinan akan ada penurunan harga kembali,” katanya.

Selanjutnya Harga semen di daerah terdampak bencana yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sejak dua pekan terakhir juga mengalami penurunan yakni dari harga jual tertinggi mencapai Rp90 ribu per sak, kini turun menjadi  Rp70 ribu sampai Rp75 ribu per sak.

Omen, distributor semen di Aceh Tamiang, mengatakan harga semen saat ini bervariasi tergantung merek. Semen Merah Putih dijual Rp70 ribu per sak, Semen Padang Rp70 ribu per sak, Dynamix sekitar Rp69 ribu per sak, dan Semen Andalas dijual Rp72 ribu per sak.

Ia menuturkan harga semen di pasaran berangsur turun dan diperkirakan kembali normal dan ada beberapa toko bangunan di Kecamatan Bendahara sudah menjual semen seharga Rp65 ribu per sak.

Kemudian untuk harga semen di daerah kepulauan Kabupaten Simeulue dengan merek andalas harganya masih berkisar Rp65 ribu sampai Rp60 ribu per sak.

Pemerintah Kabupaten Simeulue menyatakan, saat ini stok dan harga semen di kabupaten kepulauan tersebut saat ini dalam kondisi stabil.

“Berdasarkan pantauan di lapangan,  stok semen dan juga harga semen di Simeulue dalam kondisi stabil tidak mengalami kekurangan stok atau kenaikan harga,” kata Staf Ahli Bupati Simeulue Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kasirman.

Sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan produksi dan distribusi melalui jaringan operasional untuk memastikan pasokan semen di Aceh tetap stabil serta menjaga harga terkendali di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

“Kami terus memacu kapasitas produksi dan distribusi semen untuk mempercepat pemulihan pasokan di Aceh,” kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan penguatan sinergi seluruh jaringan operasional dan distribusi SIG juga dilakukan untuk memastikan masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan.

Ia mengatakan, permintaan semen di sejumlah wilayah di Aceh yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, berdampak pada percepatan penyerapan stok di beberapa titik distribusi.

Merespons kondisi tersebut, perusahaan terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi melalui sinergi seluruh jaringan operasional perusahaan. SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati.

“Sebagai wujud sinergi dalam SIG Group, PT Semen Padang juga mengirimkan tambahan pasokan semen untuk mendukung ketersediaan stok di Aceh,” ujar Vita.

Perusahaan mengimbau seluruh mitra penyalur untuk mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab sehingga produk dapat diterima konsumen secara merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *