Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Demonstrasi di sejumlah daerah di Indonesia pecah setelah pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, meninggal dunia akibat dilindas mobil taktis Brimob.
Aksi solidaritas terhadap almarhum Affan pun berlangsung di sejumlah kota yang digelar oleh teman-teman sejawat hingga mahasiswa.
Namun, hal serupa tidak terlihat di Aceh. Tidak ada aksi atau unjuk rasa yang dilancarkan oleh para pengemudi ojol di tanah rencong.
mulai dari kantor Mapolda Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, tampak sepi tidak ada keramaian apa pun di depannya.
Begitu juga di kawasan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di jalan Tgk Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam. Suasana sepi bahkan tidak ada petugas kepolisian yang melakukan pengamanan ketat di depannya.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk tetap tenang. Jika ingin berunjuk rasa, maka lakukan dengan cara yang aman dan damai sesuai aturan.
Kita tidak perlu ikut-ikutan seperti provinsi lain yang terjadi saat ini. Silakan unjuk rasa tetapi dengan cara aman, damai, dan tidak perlu secara anarkis atau kasar,” katanya saat ditemui awak media usai mengikuti acara gerakan pangan murah serentak beras SPHP di Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.
Dikatakan Dek Fadh, imbau tersebut juga sesuai arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang meminta masyarakat untuk tidak terpancing dengan kondisi Tanah Air saat ini.
“Sesuai dengan arahan Pak Gubernur mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh harap tenang semuanya, insyaAllah kita bisa melewati ini semuanya,” pungkasnya.







