Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Sebanyak tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banda Aceh berhenti beroperasi sementara karena anggaran belum dicairkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sudah tujuh di Banda Aceh yang tidak operasional mulai hari ini. Terkendala top up dana,” kata Koordinator Wilayah SPPG Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, di Banda Aceh, Senin.
Reza mengatakan, berhentinya dapur SPPG tersebut karena dana operasional ke rekening akun virtual atau virtual account (VA) belum dikirim oleh BGN Pusat. Saat ini, para pengusaha dapur masih menunggu kiriman dana.
“Kondisinya saldo belum dikirim, jadi otomatis dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional di dapur tidak ada. Jadi mereka sedang menunggu di top up dana oleh pihak BGN pusat, dalam hal ini tim PPK,” ujarnya.
Ia menyampaikan, berhentinya tujuh SPPG tersebut pastinya bakal berdampak terhadap proses penyaluran MBG ke sekolah. Meski demikian, pihak SPPG telah memberitahukan informasi ini kepada kepada penerima manfaat.
Namun, lanjut dia, berdasarkan hasil rapat zoom hari ini, pihaknya telah menerima kabar baik bahwa dana operasionalnya bakal ditransfer hari ini oleh BGN Pusat.
“Tapi disampaikan kemarin dalam zoom hari ini akan ditransfer uangnya. Kami sedang menunggu, karena kalau operasional untuk hari Senin kitakan persiapan di hari Minggu. Makanya kalau tidak ada persiapan bagaimana kita jalankan,” kata M Reza.
Sementara itu, Kepala BGN Regional Aceh, Mustafa Kamal membenarkan adanya pemberhentian operasional sejumlah SPPG karena saldo mereka menipis dan belum masuk dikirimkan. Tetapi, sedang dalam proses pencairan mulai hari ini.
“Jumlahnya masih pendataan karena info dari Korwil (Medan) sore ini ada yang sudah masuk VA (virtual akun). Per hari ini, sedang diproses pencairan,” demikian Mustafa Kamal.







