Padamkan karhutla di Aceh Barat, BNPB modifikasi cuaca

Aceh Barat|BidikIndonesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kabupaten Aceh Barat guna mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah itu.

“Mengingat sulitnya akses darat, BPBD Aceh Barat bersinergi dengan BNPB untuk memaksimalkan penanganan pemadaman dari udara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Senin.

Ia menyebutkan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada Kamis (4/6) dan Sabtu (6/6) lalu.

Teuku Ronal menjelaskan dengan adanya operasi modifikasi cuaca, dapat meningkatkan intensitas curah hujan, sehingga kebakaran lahan yang saat ini sudah mencapai 10 hektare dapat segera teratasi.

Menurut dia, upaya pemadaman  yang efektif perlu dilakukan dengan intervensi percepatan pembasahan  lahan  (rewetting) secara  masif, guna  mematikan  bara api di kedalaman  gambut yang tidak terjangkau  semprotan  air manual.

Bacaan Lainnya

Selain itu, kata dia, dampak dari bencana kebakaran lahan yang telah terjadi hampir sepekan, mengakibatkan adanya kabut asap dan mengancam gangguan kesehatan masyarakat di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya.

BPBD Aceh Barat berharap dengan adanya operasi modifikasi cuaca ini, sebaran api tidak meluas, mengingat saat ini di wilayah Kabupaten Aceh Barat sudah lama tidak diguyur hujan.

Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan hingga saat ini upaya pemadaman melalui jalur darat masih terus dilakukan, dengan melibatkan tim gabungan meliputi personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, minimnya sumber air dan jarak  lokasi  pemadaman  yang  cukup jauh dari jalur transportasi, ikut menyulitkan  dalam pendistribusian  peralatan  pemadaman.

“Situasi saat ini memerlukan intervensi teknologi melalui operasi modifikasi cuaca, agar kebakaran lahan tidak meluas, dan tidak menjadi bencana kabut di lingkungan masyarakat,” kata Teuku Ronal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *