Banda Aceh|BidikIndonesia.com- Sekolah taman kanak-kanak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh menyurvei dan verifikasi kondisi puluhan keluarga calon peserta didik tahun ajaran 2026/2027 dengan kategori gratis dan subsidi.
Kepala TK PKBM RUMAN Aceh Yusniar Agustina di Banda Aceh, Kamis, mengatakan survei dan verifikasi tersebut dilakukan merupakan rangkaian dari proses sebelum dimulai tahun ajaran baru.
“Selama tiga hari, kami bersama bunda guru menyurvei ke puluhan rumah keluarga calon peserta didik berkategori tidak berbayar atau gratis dan berbayar sebagian atau subsidi. Sedangkan yang berkategori berbayar penuh, tidak lagi didatangi,” katanya.
Menurut Yusniar, TK RUMAN Aceh survei dan verifikasi untuk memastikan calon peserta didik kategori gratis dan subsidi benar-benar dari keluarga yang sedang berjuang atau fakir miskin.
“Anak-anak dari keluarga yang sedang berjuang menjadi prioritas. Tidak berlaku surat keterangan miskin dan atau yang sejenisnya. Melainkan survei dan verifikasi langsung untuk melihat kondisi finansial, sosial serta aset diam maupun bergerak,? kata Yusniar.
Sementara itu, Pendiri dan Pembina PKBM RUMAN Aceh Ahmad Arif mengatakan sekolah taman kanak-kanak tersebut hadir sejak 11 tahun silam. Kehadiran TK tersebut merupakan kontribusi membantu upaya pemerintah mengurangi angka anak tidak sekolah yang masih relatif tinggi.
“Berdasarkan data, satu dari empat anak di wilayah Kota Banda Aceh masuk kategori anak tidak sekolah dengan berbagai alasan atau beragam sebab,” katanya.
Secara nasional, kata Ahmad Arif, pemerintah berhasil menekan hingga mencapai 85 persen, sedangkan Banda Aceh masih 75 persen. Oleh karena itu, dibutuhkan atensi dan kontribusi semua pihak untuk menghadirkan kondisi yang lebih baik.
Ia mengungkapkan data Pusat Data Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen) bahwa secara nasional per 1 April 2026, jumlah anak tidak sekolah mencapai 3,9 juta lebih.
“Sedangkan anak belum pernah bersekolah sebanyak 1,9 juta lebih, anak dikeluarkan dari sekolah sebanyak 986 ribu, serta anak lulus sekolah, tetapi tidak melanjutkan sejumlah 1,06 juta,” katanya.
Oleh karena itu, kata dia, TK Ruman Aceh hadir memberikan pendidikan tidak berbayar dan berbayar sebagian sebagai kontribusi mengurangi angka anak tidak sekolah.
Ahmad Arif menyebutkan dalam 11 tahun ajaran terakhir, TK Ruman Aceh telah meluluskan 706 peserta didik. Dari jumlah itu, sebanyak 531 anak berkategori tidak berbayar atau gratis.
“Sebanyak 122 anak berbayar sebagian atau subsidi dan s53 anak lainnya berbayar penuh. Alhamdulillah, terima kasih banyak kami haturkan kepada para donatur membiayai pendidikan anak keluarga yang sedang berjuang,” kata Ahmad Arif.
Selain TK, PKBM Ruman Aceh juga menyelenggarakan program pendidikan nonformal berupa pendidikan kesetaraan jenjang, Paket A, B, dan C setingkat sekolah menengah pertama.
“Program pendidikan kesetaraan tersebut meluluskan 1,025 peserta didik dari tahun ajaran 2018 hingga 2025, terdiri dari 97 orang Paket A, 376 orang Paket B, dan sebanyak 552 orang Paket C,” kata Ahmad Arif.







