Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui program Banda Aceh Academy (BAA) menghadirkan ruang belajar keterampilan masyarakat setempat untuk dapat bersaing di dunia kerja, mulai dari pelatihan kerja lapangan hingga pemasaran digital dan branding.
“Ini adalah bagian dari upaya besar Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Jumat.
Ruang belajar tersebut dikemas dalam pelatihan berbasis unit kompetensi pada UPTD BLK Banda Aceh Academy (BAA). Kegiatan yang berlangsung selama 20 hari ke depan ini diikuti 96 warga Banda Aceh yang dibagi dalam empat bidang, yakni las listrik, teknik pendingin (teknisi AC), pembuatan roti dan kue, serta pemasaran digital dan branding.
Sebagai informasi, Banda Aceh Academy merupakan program prioritas Pemkot Banda Aceh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, inkubasi bisnis, dan pengembangan ekonomi kreatif, serta menjadi pusat kolaborasi pengembangan SDM.
IIliza mengatakan, keempat bidang yang dilatih melalui BAA kali ini merupakan keterampilan yang memiliki peluang besar, baik untuk bekerja di perusahaan maupun untuk membuka usaha sendiri.
Ia menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan sebagai ruang belajar yang sesuai kebutuhan pasar kerja, dan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.
“Ini sejalan dengan semangat kolaborasi, di mana pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat bergerak bersama membangun ekosistem peningkatan kompetensi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta nantinya juga bakal diikutsertakan dalam uji sertifikasi, sehingga mereka bisa langsung memasuki dunia kerja.
Karena itu, dirinya berharap kepada seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya mengejar sertifikat semata, melainkan ilmunya.
“Jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi kejar kompetensi. Karena keterampilan adalah modal yang tidak akan habis dipakai,” katanya.
Illiza menegaskan, pemerintah bakal terus memperluas akses pelatihan, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, serta membuka lebih banyak ruang bagi lahirnya tenaga kerja terampil dan wirausaha baru.
“Insya Allah, jika semakin banyak warga yang memiliki keterampilan dan mampu menciptakan peluang ekonomi, maka cita-cita kita mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang maju, produktif, sejahtera, dan kolaboratif akan semakin cepat terwujud,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.







