SMPN Bobrok di Lampura Dipastikan Dua Tahun Tidak Luluskan Murid?

Lampung Utara, Bidikindonesia – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 02, di Desa Papan Rejo, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dipastikan tidak bakal meluluskan seorang muridpun pada tahun ajaran 2022-2023 mendatang. Hal itu juga telah terjadi pada setahun ajaran sebelumnya, tahun 2021-2022.

Betapa tidak, SMPN 02 Abung Timur itu pasalnya sama sekali tidak memiliki murid kelas IX. Hal itu disebabkan selama beberapa tahun belakangan tidak mendapatkan seorang muridpun. Terakhir, pihak sekolah meluluskan pada tahun ajaran 2020-2021, itupun hanya 27 murid saja.

Akibat dua tahun tidak mendapatkan murid, Sekolah yang dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampura itu nyaris gulung tikar, alias tutup total.

Bacaan Lainnya

Beruntung, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 Sekolah itu masih mendapat 8 murid, sehingga terselamat dari gulung tikar.

Selanjutnya pada tahun ajaran 2022-2023 kali ini terjadi peningkatan, sekolah kembali menerima sebanyak 12 murid.

Sehingga total murid di Sekolah itu kini mencapai 20 murid, dengan 8 pelajar duduk dibangku kelas VIII, dan 12 pelajar duduk dibanku kelas VII.

Fasilitas yang bobrok lantaran minimnya perhatian pada sekolah itu menjadi faktor utama masyarakat enggan menitipkan anaknya di Sekolah tersebut.

Itu dibuktikan dengan fasilitas yang kurang memadai, seperti yang terlihat saat wartawan menjalani tugas jurnalistiknya pada Selasa, 13 September, 2022.

“Bangunan sarana dan prasarananya tidak memadai. Mereka (masyarakat) ngomong langsung ke saya,” ungkap Darwati, Plt Kepala SMP Negeri 2, Abung Timur.

Nampak dinding kusam disertai atap jebol sana sini seakan menjadi cirikhas sekolah tersebut. Oleh karena itu, pelajar dan dewan guru sekolah berharap adanya langkah kongkrit perhatian Disdikbut Lampura, apalagi kondisi buruk ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Pingin sekolahannya dibagusin,” harap Angga Saputra, Siswa kelas VII.

“Pernah ada rehab dua ruang kelas, sudah lama. Hanya lokal itulah yang bisa digunakan saat ini,” ujar Deki Priasih, salah seorang guru yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SMP Negeri 2 itu.

Senada diharapkan Usmayadi, Kepala Desa Papan Rejo, dia meminta Disdikbud Lampura agar tidak tutup mata dalam menyikapi harapan mereka.

“Bahkan komite sekolah dan kepala sekolahpun sudah pernah minta bantuan ke Desa untuk mengarahkan anak-anak bisa sekolah di SMP tersebut, sudah saya sampaikan akan tetapi bagaimana wali murid mau mengarahkan anaknya sekolah di SMP tersebut sementara keadaan gedung aja seperti itu sangat miris, oleh sebab itu kami mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk dapat segera memperbaiki bangunan sekolah tersebut,” tandasnya.(Jaky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.