Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan terobosan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat dengan program inovatif Pasporia (Paspor Minggu Ceria) di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Bambang Tri Cahyono di Banda Aceh, mengatakan layanan jemput bola yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini sengaja dihadirkan sebagai solusi praktis dan strategis bagi warga kota.
“Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Melalui Pasporia, pelayanan keimigrasian diintegrasikan dengan aktivitas rekreatif warga di akhir pekan,” kata Bambang.
Ia menyampaikan Pasporia bukan sekadar pemindahan lokasi pelayanan, melainkan sebuah manifestasi dari konsep pelayanan publik yang modern, adaptif, dan ramah masyarakat.
“Masyarakat bisa berolahraga, menikmati suasana pagi di CFD, sekaligus menyelesaikan urusan paspor mereka secara produktif dalam satu waktu,” jelas Bambang.
Menurut dia, layanan Pasporia bisa menjadi solusi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan kesulitan meluangkan waktu pada hari kerja untuk mengurus dokumen perjalanan luar negeri.
Meski dilaksanakan dalam durasi yang terbatas di area terbuka, petugas berhasil melayani 13 permohonan paspor, terdiri tujuh permohonan paspor baru dan enam permohonan penggantian (perpanjangan) paspor.
Bambang Tri Cahyono menambahkan bahwa angka permohonan tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap ruang pelayanan yang lebih fleksibel.
Layanan ini juga menjamin transparansi penuh, baik dari segi persyaratan maupun biaya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bawah naungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh berkomitmen untuk terus memberikan inovasi layanan seperti Pasporia ini. Langkah transformasi yang berkelanjutan ini diharapkan dapat terus menjawab tantangan zaman.Petugas Imigrasi Banda Aceh melayani permohonan paspor di kawasan CPD Banda Aceh.
“Serta memenuhi ekspektasi masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan. Imigrasi untuk rakyat,” kata Bambang Tri Cahyono
Antusiasme warga yang tinggi pada pelaksanaan hari ini mendapat perhatian khusus dari jajaran pimpinan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan turun langsung ke lapangan untuk meninjau jalannya kegiatan ini.
Kehadiran Kepala Kantor Wilayah Aceh ini mengonfirmasi bahwa pengawasan kualitas pelayanan publik dilakukan secara melekat dan serius.
Di sela-sela peninjauannya, Kakanwil menyempatkan diri berdialog langsung dengan beberapa pemohon guna mendengar testimoni serta masukan dari masyarakat.
Beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif adaptif ini dan memberikan pengarahan khusus kepada para petugas di lapangan.
“Konsepnya boleh santai di ruang terbuka, namun SOP, ketelitian dalam verifikasi berkas, dan sikap humanis tidak boleh kendor sedikit pun,” kata Tato Juliadin Hidayawan
Ia mengatakan Pasporia adalah bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) berjalan secara nyata, bukan sekadar slogan.







