Banda Aceh|BidikIndonesia.com – PT ASDP Indonesia Ferry bersama otoritas terkait mengevaluasi secara menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan operasional kapal pascainsiden KMP Aceh Hebat 2, kapal roro penyeberangan ke Pulau Weh, Kota Sabang, Provinsi Aceh.
“Sebagai langkah tindak lanjut, ASDP bersama otoritas terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan operasional kapal,” kata General Manager (GM) ASDP Cabang Banda Aceh Andri Setiawan di Banda Aceh, Senin.
Sebelumnya, terjadi insiden berupa ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, setelah pelayaran dari Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, pada Jumat (12/6).
Insiden tersebut menyebabkan sebanyak 15 orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUZA) Banda Aceh. Sebagian besar korban merupakan mahasiswa atau taruna pelayaran yang sedang mengikuti pendidikan praktik.
Menurut Andri Setiawan, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penguatan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa merupakan prioritas utama perusahaan.
Terkait kondisi KMP Aceh Hebat 2, ia mengatakan saat ini kapal masih dalam proses pemeriksaan teknis dan asesmen lebih lanjut untuk memastikan kondisi kapal secara menyeluruh pascainsiden.
“Oleh karena itu, kapal belum dioperasikan kembali. Mengenai kerusakan maupun jadwal operasional kapal selanjutnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari regulator serta tim teknis yang berwenang,” katanya.
Andri Setiawan menegaskan ASDP akan memastikan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi sebelum kapal kembali melayani masyarakat, sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Saat ini, kata dia, fokus utama ASDP adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan yang optimal hingga proses pemulihan berjalan dengan baik.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, keluarga korban, regulator, serta instansi terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan korban dapat terpenuhi,” kata Andri Setiawan.







