Kemenko Pangan Sebut Pengolahan Garam di Pidie Unik

Pidie|BidikIndonesia.com – Deputi Sarana dan Prasrana Kelautan dan Perikanan pada Kemenko Bidang Pangan Indonesia, Amalyos, mengatakan proses pembuatan garam di Pidie sangat unik. Cara pembuatan yang masih tradisional dinilai dapat menjadi ekowisata untuk dikunjungi warga asing.

“Saya melihat ada nilai keunikan pola pembuatan garam di Pidie dengan cara merebus, dan tentunya hanya beberapa daerah saja melakukan pola seperti ini,” ujar Amalyos di Pidie.

Amalyos berujar, Kabupaten Pidie marupakan produsen terbesar penghasil garam di Aceh dan saat ini petani masih menggunakan cara tradional untuk proses pembuatan garam.

“Sentral produksi garam di Pidie juga dapat menjadi ekowisata karena pembuatan garamnya masih tradisoial,”
kata Amalyos didampingi Kadis KP Pidie Safrizal kepada wartawan usai meninaju lokasi pengelohan garam di Pidie.

Dia mengatakan pemerintah akan memberdayakan petani dengan memberikan bantuan mesin pencuci garam (washing plant), sehingga nanti selain memenuhi kebutuhan lokal juga dapat dipasarkan ke luar daerah.

Bacaan Lainnya

“Akhir tahun ini, untuk garam industri akan dihentikan impor, sehingga produksi garam tradisional yang ada di daerah berpeluang untuk memperluas akses pemasaran di tingkat nasional,” cetus Amalyos.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *