Puluhan Guru di Aceh Timur Ikuti Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Aceh Timur|BidikIndonesia.com – Kkegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Penguatan Budaya Madrasah Digital untuk Membentuk Generasi Berakhlak Mulia yang digelar MAN 1 Aceh Timur berlangsung di Aula Kantor Kemenag Aceh Timur.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru MAN 1 Aceh Timur sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran di madrasah.

Dalam arahannya,Plh Kakankemenag Aceh Timur Sadli SPdI menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu memahami kondisi peserta didik secara emosional. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari kemampuan guru membangun hubungan yang baik dengan siswa.

“Guru harus mampu berkomunikasi dengan peserta didik secara emosional dan memahami kondisi mereka. Karena itulah Kurikulum Berbasis Cinta hadir, agar proses pendidikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga pada pembinaan karakter dan kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Aceh Timur Razali SPd menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Menurutnya, guru harus mampu memanfaatkan berbagai perkembangan digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), sebagai sarana pendukung pembelajaran.

Bacaan Lainnya

“Kita hidup di era yang serba digital. Jika tidak mampu beradaptasi, maka kita akan tertinggal. Melalui bimtek ini, para guru dapat terus belajar dan meningkatkan kompetensi, terlebih saat ini berbagai teknologi berbasis AI semakin mudah diakses,” kata Razali.

Pada kesempatan tersebut, pemateri Finsa Firlana Gusmara SSi memaparkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga perlu membangun dialog dengan peserta didik agar lebih memahami latar belakang, kondisi, dan kebutuhan mereka.

“Jangan hanya mengajar, tetapi bangun komunikasi yang baik dengan peserta didik. Dengan memahami kondisi mereka, kita tidak mudah menghakimi dan dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih tepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak, sehingga dapat mewujudkan lingkungan madrasah yang lebih humanis, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan generasi berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *