Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Banda Aceh meluncurkan program liga kolaborasi sekolah sepakbola (SSB) sebagai upaya untuk mencetak talenta-talenta muda, diharapkan semakin banyak pemain profesional yang lahir dari ibu kota provinsi Aceh itu.
“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan tahun ini, harapannya kita bisa mencetak pemain yang handal dari pembinaan SSB ini,” kata Wali Kota Banda Aceh, IIliza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh.
Kompetisi sekaligus program pembinaan SSB 2026 ini difokuskan bagi anak-anak remaja sekolah menengah atas (U-16), dan berlangsung mulai Juni – November 2026. Diikuti sebanyak sembilan SSB di Banda Aceh.
IIliza menyatakan, kompetisi ini dilaksanakan juga sebagai dorongan pemerintah memacu motivasi anak-anak Banda Aceh untuk melatih diri lebih baik agar nantinya bisa menjadi pemain profesional di Indonesia.
“Para pemain terbaik itu tidak hadir dalam satu malam, tetapi membutuhkan proses yang panjang, dan ini menjadi salah satu dukungan pemerintah untuk memberikan pembinaan,” ujarnya.
Pemerintah, kata IIliza, tentunya memiliki kewajiban memfasilitasi bakat mereka, maka event liga ini sengaja dibuat dalam waktu yang cukup lama, sehingga bakat anak-anak dapat terus dilatih.
“Liga kolaborasi ini tidak dalam waktu singkat, tapi berbulan-bulan untuk bisa melahirkan pemenang yang terbaik,” katanya.
Dirinya menegaskan, program ini bakal menjadi agenda tahunan, bahkan terus dikembangkan untuk anak-anak usia dibawah 15 tahun (U-10 dan U-12). Sehingga, bakat mereka dapat dibina sejak dini.
“Mudah-mudahan SSB terus tumbuh dan berkembang, ke depan bisa untuk umur 10 sampai 12 tahun ya. Karena ini bagian dari kaderisasi pemain sepakbola dari Banda Aceh,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, IIliza juga menuturkan bahwa kompetisi ini memiliki nilai positif terhadap remaja di Banda Aceh, karena menghabiskan waktu dengan berolahraga bisa mencegah mereka dari aktivitas yang melanggar hukum.
“Kegiatan ini tentu juga bisa membuat aktivitas anak-anak muda itu lebih banyak dihabiskan di dunia olahraga, sehingga mengurangi kegiatan yang melanggar, seperti narkoba dan hal-hal lainnya,” demikian IIliza Sa’aduddin Djamal.







