Aceh|BidikIndonesia.com – Fenomena anak-anak di bawah umur yang berjualan dan mengemis kembali marak terlihat di sejumlah persimpangan lampu merah di Kota Banda Aceh dan wilayah Aceh Besar. Aktivitas tersebut memunculkan keprihatinan karena melibatkan anak-anak usia sekolah yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang layak.
Sejumlah anak tampak beraktivitas di persimpangan Lampu Merah Taman Sultanah Safiatuddin, Lampu Merah Simpang Lima, serta Lampu Merah Simpang BPKP. Mereka terlihat menawarkan dagangan dan menghampiri pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.
Salah satu bocah laki-laki berusia sekitar enam tahun terlihat membawa makanan ringan dan mendekati kendaraan yang berhenti di Simpang BPKP. Anak tersebut tampak aktif menawarkan jualannya kepada para pengendara.
Bocah berinisial N tersebut mengaku berjualan atas arahan ibunya yang menunggu di kejauhan di tempat yang teduh.
“Mak nunggu di sana,” ujar N singkat sambil menunjuk ke arah pinggir jalan.
N mengaku senang berjualan karena dapat memperoleh uang sendiri. Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan tinggal di panti agar dapat bersekolah, bocah tersebut menolak.
“Gamau, mau jualan aja kami, ada uang enak bisa jajan,” kata dia.
Lebih lanjut, anak tersebut mengungkapkan bahwa dirinya tinggal bersama keluarga di wilayah Aceh Besar. Hingga kini, aktivitas anak-anak berjualan dan mengemis di jalanan masih terus berlangsung dan terlihat di sejumlah titik persimpangan utama, terutama pada jam-jam sibuk lalu lintas.







