Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menambah guru besar sebanyak lima orang sehingga menjadi 246 orang guna memperkuat inovasi dan solusi dalam berbagai bidang bagi masyarakat di Tanah Rencong.
“Pengukuhan lima guru besar ini juga bagian memperkuat posisi akademis USK sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam, Banda Aceh, Selasa.
Kelima guru besar yang dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik USK itu masing-masing Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran guru besar baru tersebut menjadi kekuatan akademik bagi kampus “Jantong Hatee” rakyat Aceh itu dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa.
“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. USK adalah milik masyarakat Aceh, dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah,” ujar Rektor.
Ia merincikan bahwa sebanyak 246 guru besar yang dimiliki USK saat ini terdiri atas 179 profesor di bidang sains dan 67 profesor di bidang sosial humaniora.
Ia mengatakan Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., fokus pada kajian hukum tanah adat, Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.
Kemudian di bidang hukum adat, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS, memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.
”Peran para profesor harus melampaui ruang kelas dan kepakaran yang dimiliki ini harus diimplementasikan untuk kepentingan publik,” katanya.
Ia berharap seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat dan menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan secara langsung.







