Wali Kota optimalkan kawasan bebas untuk peningkatan ekonomi di Sabang

Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, Aceh berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan perekonomian daerah dengan memanfaatkan free trade zone (FTZ) atau kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di wilayah paling barat Indonesia itu.

“Sabang dapat dikembangkan menjadi hub internasional. Maka, tidak ada alasan bagi kita berdiam diri. Kita harus berani mengambil arah strategis demi Sabang yang lebih maju dan berdaya saing,” kata Wali Kota Sabang, Zulkifli Adam dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Adam saat menghadiri rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang dalam rangka memperingati HUT ke-61 Kota Sabang. Dengan tema “Sabang Merajut Keberagaman dari Titik Nol Kilometer Indonesia”.

Wali Kota menjelaskan, di usia ke 61 ini, Sabang masih memiliki tantangan pembangunan, khususnya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi kondisi pascabencana serta keterbatasan fiskal daerah.

“Tetapi, dibalik setiap tantangan, selalu tersimpan peluang yang menunggu untuk dijemput. Apalagi Sabang memiliki posisi strategis, kekayaan bahari, serta identitas sebagai Titik Nol Kilometer Indonesia yang tidak ternilai,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab dengan langkah strategis dan kolaboratif, mulai dari penguatan kemitraan dengan pemerintah Aceh hingga pusat, terutama untuk mengoptimalkan free trade zone (FTZ) Sabang, penguatan investasi, pengembangan UMKM, hingga inovasi tata kelola pemerintahan agar lebih efektif dan responsif.

Sabang, kata dia, selain sebagai kawasan perdagangan bebas, juga memiliki posisi yang sangat strategis dengan keberadaan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia.

“Maka, dengan dukungan pemerintah pusat. Kita harap Sabang dapat dikembangkan menjadi hub internasional, termasuk melalui penguatan layanan ship to ship (STS) untuk aktivitas bongkar muat minyak serta optimalisasi potensi sumber daya air yang dimiliki daerah ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Zulkifli, Sabang juga memiliki potensi yang dapat didorong untuk pengembangan ekonomi, diantaranya penguatan kerjasama pengembangan geothermal Jaboi bersama PLN, promosi pariwisata Sabang di berbagai bandara dengan dukungan Angkasa Pura, serta upaya pembukaan kembali konektivitas penerbangan rute Sabang-Medan.

Pada 2027 nanti, tambah dia, aktivitas offshore Mubadala Energy juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas pelabuhan CT-3 BPKS sebagai bagian dari penguatan peran strategis Sabang dalam mendukung kegiatan ekonomi dan logistik kawasan.

“Berbagai inisiatif ini harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk membuka peluang investasi sektor maritim dan energi secara lebih terukur dan berkelanjutan demi kemajuan dan meningkatnya ekonomi di Sabang,” demikian Zulkifli Adam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *