Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menyantuni 578 anak yatim dan difabel dalam rangka menyemarakkan lebaran Yatim dan penyandang disabilitas 1448 Hijriah yang menjadi bagian dari program Peaceful Muharam Kemenag RI.
Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, di Aceh Besar, Kamis, mengatakan bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang senantiasa harus mendapat perhatian dan kepedulian bersama.
“Mereka adalah amanah bagi kita semua. Memberikan perhatian kepada mereka bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai luar biasa di sisi Allah SWT,” kata Saifuddin.
Adapun 578 penerima santunan tersebut diantaranya 42 penyandang difabel dan selebihnya anak yatim, piatu, serta yatim piatu yang berasal dari madrasah negeri dan swasta di Aceh Besar, MI, MTs, hingga MA.
Santunan yang terkumpul sebesar Rp173,4 juta, dihimpun dari sumbangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, meliputi guru madrasah, pegawai kantor kementerian, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA), serta tenaga kependidikan di madrasah.
Saifuddin menyampaikan, kegiatan santunan ini bukan sekedar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
“Bulan Muharam ini dikenal dengan bulan yatim. Seperti kata Menteri Agama, ini diharapkan menjadi tradisi baru bagi kita, memperingati 10 Muharam dengan membebaskan anak-anak yatim dari berbagai kesulitan hidup,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, Peaceful Muharam tahun ini memberi perhatian pada berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti penguatan ketahanan keluarga, literasi keagamaan, kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas, pengembangan ekonomi umat, serta gerakan peduli lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
“Sejalan dengan arahan Menag Nasaruddin Umar, rangkaian Peaceful Muharam 1448 H diharapkan menjadi momentum memperkuat wajah agama yang menghadirkan kedamaian, memperluas kemanfaatan sosial, dan memperkokoh persaudaraan kebangsaan,” demikian Saifuddin.







