Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Sabang, Aceh mulai menyiapkan platform atau aplikasi khusus untuk informasi pariwisata yang diberi nama Jaklom, inovasi ini sebagai upaya pengembangan wisata di daerah titik 0 kilometer Indonesia itu.
“Kita sedang membahas dan menyempurnakan aplikasi Jaklom, sehingga nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pariwisata di Kota Sabang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, di Sabang.
Jaklom merupakan kosakata bahasa Aceh, dalam bahasa Indonesia nya pergi lagi (berwisata kembali ke Sabang).
Kehadiran Jaklom ini bagian dari penelitian terapan Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, yang diarahkan pada optimalisasi pendapatan asli daerah melalui pengembangan ekosistem digital muslim-friendly tourism.
Platform ini sebelumnya telah menghasilkan prototipe awal aplikasi Android melalui pilot project di Kota Banda Aceh, dan pada 2026 diarahkan untuk disempurnakan serta diperluas implementasinya, termasuk di Kota Sabang.
Beragam informasi pariwisata di Kota Sabang ke depan ditargetkan dapat diakses lebih mudah melalui aplikasi JAKLOM. Kini, dalam proses penyempurnaan agar sesuai dengan kebutuhan pariwisata dan karakteristik daerah.
Harry mengatakan, saat ini pihaknya sedang melaksanakan fokus berbagai kajian dan diskusi lanjutan sebagai bagian dari proses pembahasan dan penyempurnaan aplikasi JAKLOM sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Pengembangan Jaklom, lanjut dia, membutuhkan masukan dari berbagai perangkat daerah, mengingat sektor pariwisata berkaitan dengan berbagai aspek dan kebutuhan data lintas sektor.
“Karena itu, kita perlu menyatukan masukan dari berbagai pihak agar aplikasi ini nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata Sabang,” ujarnya.
Harry menyampaikan, dalam pengembangannya, Jaklom diarahkan untuk memperhatikan kebutuhan pengguna, fitur prioritas, integrasi dengan layanan pemerintah, kebutuhan data, serta potensi implementasi secara bertahap.
Platform tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung tata kelola pariwisata yang lebih efektif, kolaboratif, dan berbasis bukti.
Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi digital ini selaras dengan visi dan misi Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam-Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus dalam mendorong kemajuan pariwisata daerah.
“Kita harapkan Jaklom ini dapat memperkuat ekosistem pariwisata Sabang dengan menghadirkan informasi yang lebih terintegrasi, mudah diakses, serta mendukung upaya pengembangan potensi wisata secara berkelanjutan,” demikian Harry Susethia.
