Terjebak di Bener Meriah 7 Hari, Mahasiswa USK Numpang Pesawat Bareng Mualem ke Banda Aceh

Terjebak di Bener Meriah 7 Hari, Mahasiswa USK Numpang Pesawat Bareng Mualem ke Banda Aceh

Redelong|BidikIndonesia.com – Beberapa mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menumpang pesawat TNI AL bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dari Bandara Rembele, Bener Meriah, ke Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar.

Dilihat di akun Instagram pribadi Mualem @muzakirmanaf1964, ketika Mualem hendak naik pesawat usai mengantarkan bantuan ke Bener Meriah, Selasa, 2 Desember 2025, beberapa mahasiswa USK datang meminta izin menumpang agar bisa pulang ke Banda Aceh.

Mereka mengaku telah terjebak di Bener Meriah selama tujuh hari usai bencana banjir dan longsor menerjang kabupaten tersebut.

Setelah mendengar permintaan para mahasiswa itu, Mualem langsung menyilakan mereka naik.

“Ayo naek…naek…naek,” ujar Mualem dilihat dari unggahan tersebut, Kamis, 4 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Jumiati, salah seorang mahasiswa mengatakan mereka sebelumnya dikirim USK untuk magang di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Bener Meriah. Jumiati dan rekan-rekannya telah berada di Bener Meriah selama sebulan sebelum bencana datang.

“Kami terjebak di Bener Meriah selama tujuh hari, sebelumnya kami berada di kantor Bupati Bener Meriah, mencari sinyal, dan memang sama sekali nggak ada sinyal, listrik, bahkan persediaan bahan makanan kami sudah berkurang,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, kami terhubung dengan keluarga hari keempat setelah bencana, itu pun cuma bisa mengabarkan satu atau dua menit via telepon,” imbuhnya.

Jumiati merasa senang dan awalnya hampir tak percaya bisa menumpang pesawat bersama Mualem.

“Harusnya kami menunggu di sini sampai besok (Rabu) karena katanya jam tujuh pagi ada pesawat Hercules.”

Sebelumnya, Mualem mengantarkan bantuan tanggap darurat melalui jalur udara ke Bener Meriah yang masih terisolasi.

Dari Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Mualem terbang dengan pesawat TNI AL menuju Bandara Rembele. Pesawat tersebut membawa 1,2 ton sembako untuk masyarakat terdampak. Turut menyertai Mualem, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA.

Setibanya di Bandara Rembele, Mualem langsung menggelar pertemuan dengan Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar beserta Forkopimda. Selepas rapat koordinasi singkat, Mualem menyerahkan bantuan secara simbolis dan meminta agar distribusi ke titik pengungsian dilakukan secepat mungkin.

“Saya telah minta kepada PUPR Aceh agar secepat mungkin akses ke kawasan tengah Aceh dapat dibuka. Pertama mungkin yang lebih ringan dulu yaitu Simpang KKA–Bener Meriah atau melalui Bireuen. Yang jelas tetap kita upayakan supaya cepat memulihkan jalan tersebut,” ujarnya dikutip dalam unggahan lain di akun Instagram tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *