Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menunjukkan komitmen serius dalam mendukung investasi migas di Tanah Rencong.
Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem itu menawarkan diri sebagai Penanggung Jawab (PIC) langsung untuk proyek pengembangan gas di Wilayah Kerja (WK) South Andaman yang dikelola oleh Mubadala Energy.
Pernyataan ini disampaikan Mualem dalam pertemuan yang digagas oleh SKk Migas Sumbagut bersama pimpinan Mubadala Energy, di salah satu hotel di Jakarta.
Kepala SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono yang lebih akrab disapa Toni, menyampaikan bahwa dukungan Mualem sangat penting untuk menjaga kelancaran proses yang masih dalam tahap awal.
“Pak Gubernur langsung menyatakan bahwa apapun kendala teknis maupun non-teknis harus lapor ke beliau.
Beliau siap jadi PIC agar semua berjalan aman dan terbuka,” kata Wicaksono.
Toni menjelaskan bahwa proyek South Andaman masih dalam proses penyusunan rencana pengembangan (POD) yang ditargetkan selesai pada 2025.
Keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) baru diharapkan keluar pada pertengahan 2026.
“Harapannya FID-nya disetujui oleh Headquarters (kantor besar Mubadala) sehingga proyek ini bisa berjalan,” ujarnya.
Jika berjalan sesuai rencana, kata Toni, produksi gas baru bisa dimulai pada 2028. Namun demikian, proyek ini disebut masih sangat premature karena banyak tantangan, terutama dari sisi keekonomian.
“Harapannya FID-nya disetujui oleh Headquarters (kantor besar Mubadala) sehingga proyek ini bisa berjalan,” ujarnya.
Jika berjalan sesuai rencana, kata Toni, produksi gas baru bisa dimulai pada 2028. Namun demikian, proyek ini disebut masih sangat premature karena banyak tantangan, terutama dari sisi keekonomian.
Dalam pertemuan itu, lanjut Toni, Mualem juga menegaskan bahwa proyek ini harus dijaga bersama dan tidak boleh diganggu oleh siapa pun.







