Aceh Besar|BidikIndonesia.com – Satuan Tugas (Satgas) SAR Pidie mengerahkan delapan personel untuk membantu pencarian pendaki yang hilang di Gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.
Komandan Operasi Satgas SAR Pidie M Rizal di Aceh Besar, Kamis, mengatakan korban Faiz Hidayat, berusia 23 tahun, asal Kabupaten Aceh Utara. Pencarian korban sudah berlangsung sejak Senin (1/6).
“Korban dilaporkan hilang di puncak Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (31/5). Hingga hari ke empat pencarian, korban belum ditemukan,” katanya.
M Rizal menyebutkan pencarian dibagi dalam beberapa kelompok. Pencarian dengan menyisir dari titik lokasi hilang hingga ke arah jalan turun. Namun, korban belum juga ditemukan.
“Kami juga menggunakan jalur terabas mengarah ke puncak, untuk mempersempit wilayah pencarian. Jalur digunakan tersebut tembus kawasan Pintoe Angen di Gunung Seulawah,” katanya.
“Kami berharap pencarian hari keempat membuahkan hasil, sehingga keberadaan korban mendapatkan titik terang. Kami mengajak masyarakat mendoakan agar korban dapat ditemukan,” kata M Rizal.
Sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara hilang saat mendaki Gunung Seulawah di Kabupaten Aceh Besar.
“Kami menerima laporan korban hilang dari personel kepolisian pada Selasa (2/6). Dari laporan tersebut, kami mengerahkan tim pencarian ke lokasi kejadian,” kata Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain.
Ia mengungkapkan kronologi kejadian korban bersama sejumlah rekannya mendaki Gunung Seulawah yang berada di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (31/5).
Setelah mendaki beberapa jam, korban bersama rekannya mencapai puncak. Ketika rombongan bersiap meninggalkan puncak gunung dengan ketinggian 1.810 meter di atas permukaan laut tersebut, korban tidak lagi terlihat.
“Rekannya menyebutkan korban terakhir terlihat di area puncak Gunung Seulawah. Rekannya sempat mencari korban, tetapi belum ditemukan,” kata Ibnu Harris Al Hussain.
Ia menyebutkan tim pencarian dan penyelamatan dilengkapi pesawat tanpa awak yang melacak suhu manusia atau drone thermal serta melibatkan K-9 atau anjing pelacak.
“Selain tim Basarnas Banda Aceh, pencarian dan penyelamatan juga melihat personel kepolisian dan Koramil Lembah Seulawah, petugas BKSDA, dan masyarakat setempat,” kata Ibnu Harris Al Hussain.







