Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh menyebutkan pengadaan gabah dan beras di provinsi itu hingga awal Juni telah mencapai 102.363,41 ton setara beras dari target tahun 2026 sebesar 248.467 ton.
“Alhamdulillah capaian realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri hingga saat ini menunjukkan tren positif. Ini merupakan wujud komitmen Bulog dalam mengoptimalkan pembelian gabah milik petani di Aceh,” kata Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Alhori di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan untuk mencapai target pengadaan tersebut, Perum Bulog Kanwil Aceh terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh wilayah Aceh melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, dan pihak terkait.
“Kami memastikan hasil panen petani Aceh dapat terserap secara maksimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg. Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Bulog dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Aceh,” katanya.
Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog Aceh melalui mitra yang tersebar di seluruh Aceh siap untuk membeli seluruh hasil panen milik petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Secara terpisah Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani di seluruh Tanah Air telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton pada tahun 2026.
Menurut dia capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan nasional, karena dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.
Menurut dia keberhasilan serapan secara nasional juga berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Ia menyebutkan saat ini, stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah melampaui lima juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk kebutuhan stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.
“Bulog akan terus berada di garis terdepan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan serapan sebesar 3 juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” demikian Dirut Bulog.







