18 ahli waris korban banjir Aceh utara terima santunan kematian

Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Sebanyak 18 ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Utara menerima santunan kematian tahap dua dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

“Santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian negara di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Bantuan ini juga bagian untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Aceh Utara, Fakruradhi di Lhoksukon, Kamis.

Ia menjelaskan santunan untuk ahli waris korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H Ismail A. Jalil di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon.

Ia menyebutkan santunan kematian Tahap II yang bersumber dari Kementerian Sosial tersebut dengan total Rp270 juta untuk 18 orang ahli waris korban yang meninggal dunia akibat bencana alam.

Fakruradhi merincikan masing-masing ahli waris menerima santunan tunai sebesar Rp15 juta yang  bersumber dari bantuan sosial Kementerian Sosial  Tahun Anggaran 2026.

Bacaan Lainnya

“Kami menyadari bahwa kehilangan anggota keluarga tercinta tidak dapat dinilai dengan materi sekecil apa pun,  katanya.

Menurut dia, kecepatan pencairan dana jaminan pemulihan kebencanaan itu terwujud berkat koordinasi yang intensif antara jajaran Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara dengan pihak kementerian pusat dalam melakukan verifikasi dan validasi data korban secara faktual di lapangan.

Berdasarkan data teknis operasional, 18 penerima manfaat ini merupakan para ahli waris dari korban bencana banjir yang tersebar di beberapa wilayah administrasi terdampak, di antaranya warga Kecamatan Samudera, Kecamatan Tanah Luas, dan Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Pemerintah daerah terus memastikan dan memperkuat mitigasi struktural dan kesiapsiagaan logistik guna meminimalkan risiko kedaruratan di masa mendatang, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *