Pemkab Aceh Besar dukung pembangunan SPAM Regional di Leupung

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memberikan dukungan penuh untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh di Kecamatan Leupung sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih di dua wilayah tersebut.

“Selama ini masyarakat Aceh Besar dan Banda Aceh masih tergantung pada sejumlah sumber air yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau, sehingga distribusi air bersih sering terganggu,” kata Bupati Aceh Besar, Muharram Idris di Leupung.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela meninjau lokasi pembangunan SPAM Regional di Kecamatan Leupung bersama Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Aceh I, Ghufran Zainal Abidin.

Ia menjelaskan jika SPAM Regional sudah dibangun, Insya Allah masyarakat Aceh Besar dan Banda Aceh, khususnya wilayah barat, akan lebih mudah mendapatkan air bersih.

Bupati juga mengapresiasi masyarakat Leupung yang telah mendukung proses pembebasan lahan untuk pembangunan proyek strategis tersebut.

Bacaan Lainnya

Pemkab Aceh Besar terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar proses pembangunan berjalan lancar.

Ia berharap pembayaran pembebasan lahan segera terealisasi dan pembangunan SPAM Regional dapat terwujud pada 2027.

Anggota DPR asal Aceh Ghufran Zainal Abidin, menegaskan pihaknya akan mengawal penuh pembangunan SPAM Regional tersebut di tingkat pusat agar dapat segera direalisasikan.

“Kami minta masyarakat dapat mendukung penuh kehadiran SPAM ini, karena sangat bermanfaat untuk pemenuhan air bersih bagi warga di Aceh Besar dan Banda Aceh,” kata Ghufran.

Ia menambahkan sebagai anggota Komisi V DPR RI, dirinya akan terus mengawal proyek tersebut agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Ghufran juga berharap adanya dukungan penuh dari seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Kota Banda Aceh dan instansi teknis terkait agar proses pembebasan lahan dapat segera dituntaskan tahun ini.

“Saya berharapkan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh, Bupati Aceh Besar, Wali Kota Banda Aceh, balai dan semua pihak terkait. Insya Allah 2026 ini kita akan selesaikan pembebasan lahan masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *