Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Aceh menyatakan bahwa pelaksanaan pawai menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dapat menjadi pengingat tentang hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.
“Bulan Muharram mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju keadaan yang lebih baik,” kata Asisten III Setda Aceh, A Murthala, di Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan A Murthala saat membacakan pidato Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam kegiatan pelepasan pawai tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, di Banda Aceh.
Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah ini diikuti 48 kontingen yang terdiri dari 10 kontingen TK, 10 kontingen SD, 15 kontingen SMP dan 13 kontingen SMA. Masing-masing kontingen diperkuat oleh minimal 40 siswa atau sekitar 1.920 pelajar.
Murthala mengatakan, semangat perjalanan Rasulullah SAW perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas diri, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Pawai hari ini, juga menjadi bagian dari syiar Islam yang dilakukan dengan cara yang santun dan penuh kegembiraan.
“Tema kegiatan ini, “Semarak Muharram, Menguatkan Ukhuwah, Menebar Syiar Islam,”, mencerminkan nilai-nilai yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah berbagai tantangan kehidupan, maka ukhuwah harus terus dijaga dan diperkuat. Persatuan, saling menghormati, serta semangat gotong royong merupakan modal penting dalam membangun Aceh maju, damai dan sejahtera.
“Melalui perilaku tertib, akhlak yang baik dan semangat kebersamaan, kita menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam hadir dalam kehidupan masyarakat Aceh dan menjadi landasan dalam membangun peradaban yang bermartabat,” demikian A Murthala.







