Cegah TPPO sejak dini, Imigrasi Lhokseumawe sasar kalangan mahasiswa

Aceh Timur|BidikIndonesia.com– Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe mensasar kalangan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Imigrasi Goes to Campus sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, mengenai keimigrasian serta bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).

Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan civitas akademika dan mendapat sambutan yang sangat baik dari para peserta di Lhokseumawe, Aceh, Selasa.

Kepala Subseksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian, Dino Fahrenzky memaparkan mengenai tugas dan fungsi keimigrasian, prosedur perjalanan ke luar negeri yang aman dan sesuai ketentuan, serta berbagai modus yang kerap digunakan oleh pelaku TPPO dan TPPM.

“Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mengenali potensi risiko yang dapat terjadi serta lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait rencana bekerja, belajar, maupun beraktivitas di luar negeri,” katanya.

Selain penyampaian materi keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe juga menghadirkan layanan Pedang Pora (Petugas Datang Melayani Paspor Anda).

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan inovasi pelayanan keimigrasian yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengajukan permohonan paspor secara kolektif dengan cara petugas mendatangi lokasi yang telah ditentukan.

Pada kesempatan ini, layanan Pedang Pora dilaksanakan untuk memfasilitasi permohonan paspor yang diajukan oleh Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) dalam rangka persiapan kegiatan study tur ke luar negeri.

Melalui layanan tersebut, proses pengajuan paspor dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan efisien tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi, sehingga mendukung kelancaran persiapan keberangkatan para peserta study tur.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan fungsi keimigrasian sebagai Fasilitator Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat, khususnya melalui dukungan terhadap sektor pendidikan.

Dengan memberikan edukasi keimigrasian kepada civitas akademika serta memfasilitasi penerbitan paspor bagi peserta study tur ke luar negeri, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe turut berperan dalam mendukung pengembangan wawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta terciptanya kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan di tingkat internasional.

“Melalui sinergi antara pelayanan dan edukasi, Imigrasi hadir tidak hanya sebagai penyelenggara layanan keimigrasian, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap seluruh rangkaian acara yang dilaksanakan.

Antusiasme tersebut terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam mengikuti materi sosialisasi keimigrasian dan pencegahan TPPO serta TPPM, serta tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan Pedang Pora yang disediakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe.

Kehadiran dan keterlibatan peserta secara penuh hingga kegiatan berakhir menjadi indikator positif bahwa program ini memberikan manfaat dan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Melalui kegiatan Imigrasi Goes to Campus dan layanan Pedang Pora, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, mudah diakses, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Bapak Hendarsam Marantoko, yakni Imigrasi untuk Rakyat, yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Dino Fahrenzky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *