Murid PAUD dan TK Pelangi Belajar Dekat Hutan Kawasan Lampura, Suryani : Jelajah Alam Tingkatkan Kreatifitas

Lampura, Bidikindonesia,- Meski jauh dari pusat perkotaan bahkan dekan dengan hutan kawasan, bukan menjadi alasan keterbatasan anak-anak di Desa Suka Mulya, Gendot, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara untuk berkreasi dan belajar sejak usia belia.

Dibawah asuhan Yayasan Pelangi, puluhan anak-anak di Desa Suka Mulya juga Desa tetangga sekitar menimba ilmu mengimplementasikan bakatnya sejak dini.

Bacaan Lainnya

Yayasan Pelangi sendiri memiliki dua tingkatan belajar yaitu Taman Kanak-kanak (TK) berjumlah 41 murid dan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) layanan Kelompok Bermain yang biasa mereka sebut Kober yang berjumlah 37 murid.

Berbagai kegiatan belajar mereka terapkan, hari ini Sabtu, 1 Oktober 2022 bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila, Yayasan Pelangi yang dinahkodai Suryani Spd,Sd melakukan pembelajaran metode alam bebas.

Belajar dialam bebas dengan tema lingkungan disertai jelajah alam, generasi penerus bangsa ini dikenalkan secara langsung mengenai alam.

Selain belajar dengan dewan gurunya, anak-anak ini juga didampingi orang tuanya masing-masing untuk bergabung bersama dalam pembelajaran yang diikuti buah hati mereka.

Suryani Spd,Sd mengatakan belajar dialam bebas ini berlangsung satu hari diperkebunan seputar Yayasan, tidak jauh dari pemukiman warga. Suryani berharap dengan metode pembelajaran kali ini mampu menumbuh kembangkan kreatifitas serta wawasan anak didiknya.

“Tujuan pembelajarannya untuk mengenalkan apa saja yang ada di lingkungan rumah, sekolah dan sekitarnya. Manfaatnya agar anak-anak ini faham akan kehidupan sehari-harinya, bagaimana cara merawatnya, juga mengenalkan banyak ragam ciptaan Tuhan yang ada di sekitar kita,” kata Suryani didampingi bunda Supenti Spd Kepala Sekolah Pelangi tersebut.

Suryani juga menjelaskan pembelajaran yang mereka salurkan terhadap anak-anak ini bersifat simpel dan menghibur, sehingga mereka dapat dengan mudah memahami dan mencerna materi yang dewan guru berikan.

“Rangkaian kegiatannya kita ajak siswa-siswi untuk belajar di sekitar lingkungan sekolah, lalu dibuatkan post-post untuk memberi materi dengan bundanya yang bertugas. mekanisme di lapangan kembali ke kreatifan bunda mengolah materi bagai mana supaya lebih menarik, singkat dan anak-anak suka sehingga mudah dimengerti,” tandas Suryani yang diketahui juga sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) Suka Mulya ini.

Bahkan menariknya lagi, demi terciptanya generasi penerus bangsa yang kreatif, pintar dan religius Yayasan Pelangi tidak memungut biaya terhadap anak-anak yang mengenyam pendidikan pada layanan Kober ini.
Dewan guru berharap, kelak anak-anak ini dapat berguna dan mengabdikan diri bagi bangsa Indonesia.(Jaky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *