Kapolda Aceh Ajak Bangun Harmoni: Tinggalkan Disharmoni, Saatnya Majukan Aceh!

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyebarkan energi positif demi kemajuan Aceh. “Sudah bukan waktunya lagi membahas disharmoni atau disintegrasi, sekarang saatnya membangun,” tegasnya di Banda Aceh.

Irjen Pol Marzuki menekankan pentingnya memperkuat harmonisasi di kalangan masyarakat Aceh. Harmonisasi yang dimaksud adalah menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dari berbagai elemen yang berbeda agar dapat berjalan bersama. Upaya ini bertujuan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan saling menghormati.

Kapolda Aceh juga menyoroti pentingnya kolaborasi Pentahelix di Aceh. Model kolaborasi inovatif ini melibatkan lima elemen utama, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Tujuannya adalah untuk mencapai tujuan bersama, khususnya membangun kesejahteraan Aceh.

“Rasulullah SAW sudah memberi teladan bagaimana membangun Madinah yang kemudian kita mengenalnya sebagai konsep kota Madani,” ujar Irjen Pol Marzuki. “Itu adalah konsep yang sangat harmoni, dan membangun sebuah peradaban yang mulia.”

Irjen Pol Marzuki mencontohkan penerapan harmonisasi di Aceh pada masa lalu, yaitu oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan, menjadi kerajaan terluas dan terkaya di kawasan Selat Malaka dan sebagian besar wilayah barat Nusantara.

Bacaan Lainnya

Salah satu peninggalan harmonisasi era Sultan Iskandar Muda adalah Peunayong (kini Pecinan Aceh), yang menjadi simbol aman dan nyaman bagi tamu luar negeri. Sultan menjamu tamu di Peunayong, menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan internasional yang ramai. Sultan juga menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan dengan berbagai bangsa asing, serta menjadikan Aceh sebagai pusat pembelajaran Islam.

Irjen Pol Marzuki menegaskan bahwa penerapan harmonisasi yang pernah dilakukan Sultan Iskandar Muda telah membuktikan kejayaan Aceh. Harmonisasi penting untuk menciptakan persatuan, mengurangi konflik, membangun masyarakat yang inklusif, dan meningkatkan efisiensi.

“Dengan demikian investasi akan masuk, pabrik-pabrik terbangun, dan ekonomi meningkat. Kemiskinan dan pengangguran berkurang,” pungkas Irjen Pol Marzuki.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *