Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pengembangan kacang koro di Aceh berpotensi menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ini sekaligus menjadi peluang besar untuk kemandirian pangan Aceh dan diversifikasi produk lokal.
“Kacang koro bisa menjadi produk unggulan baru yang sehat, murah, dan ramah lingkungan. Kita mencari kebijakan tepat agar pengembangan berlangsung berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor,” ujar Dekan Fakultas Pertanian USK, Profesor Sugianto, dalam diskusi yang berlangsung di Fakultas Pertanian Universitas Syiah, Banda Aceh.
Ia juga menekankan pentingnya melestarikan tanaman lokal yang mulai jarang dibudidayakan dan mendorong inovasi agar produk pangan lokal terus berkembang. Ia berharap kacang koro dapat diberdayakan dari hulu ke hilir.
“Upaya seperti ini sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Aceh,” ucapnya.
Ketua Panitia, Dewi Yunita, menjelaskan gagasan diskusi itu lahir dari kolaborasi Rencana Pembangunan Aceh (RPA) bersama Dinas Pertanian Aceh. Dari forum tersebut muncul ide mengembangkan kacang koro sebagai komoditas pangan lokal yang potensial, dapat menggantikan kedelai impor, dan memiliki peluang bisnis yang menjanjikan.
“Melalui FGD ini, kami ingin menggali ide dan kebijakan agar kacang koro dikenal luas, memiliki lebih banyak produk turunan, dan diminati petani,” kata Dr. Dewi Yunita.
FGD ini menekankan pengembangan kacang koro dari hulu ke hilir, melibatkan petani, industri, akademisi, dan pemerintah. Tujuannya adalah menghasilkan kebijakan strategis yang dapat memperkuat ketahanan pangan Aceh, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi sektor pangan lokal.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pemerintah daerah, dan organisasi nonpemerintah (NGO) seperti Dinas Pertanian Aceh, Dinas Pangan, Dinas Koperasi dan UKM, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), Narasa, serta sejumlah peneliti dan dosen Fakultas Pertanian USK.
FGD ini diharapkan menjadi langkah awal untuk merumuskan strategi pengembangan kacang koro Aceh yang dapat memberi manfaat ekonomi jangka panjang, meningkatkan nilai tambah lokal, dan membuka peluang bagi UMKM pangan di Aceh.***
