Gandeng Disnaker, BNNK Banda Aceh akan Berikan Pelatihan Life Skill Bagi Penyintas Narkoba

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh melakukan penandatanganan kerjasama dengan Disnaker Kota Banda Aceh.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan para penyalahguna narkoba melalui pelatihan kerja.

Hal itu juga sebagai upaya untuk memperkuat upaya rehabilitasi dan pemberdayaan mantan penyalahguna narkoba.

Kepala BNN Banda Aceh, Kombes Pol Zahrul Bawadi, mengatakan, kerja sama ini dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan (life skill) bagi para penyintas narkoba.

“Tujuannya untuk membantu mereka kembali produktif dan terhindar dari risiko berulang penyalahgunaan narkoba,”kata Zahrul.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, salah satu faktor utama yang menyebabkan banyak mantan penyalahguna kembali ke kebiasaan lama adalah kurangnya kompetensi sehingga tidak melakukan kegiatan yang mendapatkan penghasilan tetap.

Oleh karena itu, pelatihan keterampilan menjadi bagian penting dari strategi rehabilitasi berbasis kemanusiaan sesuai dengan slogan Badan Narkotika Nasional ”War On Drugs For Humanity” ( Perangi Narkoba Untuk Kemanusian ).

Menurutnya, dengan memiliki keterampilan dan pekerjaan, para penyintas akan memiliki arah hidup yang lebih positif dan mandiri.

“Program Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat dan Rehabilitasi akan terus kami lakukan.

Kita ingin ada pembinaan bagi mereka yang sudah sadar dan pulih, agar diberi keterampilan untuk bisa berpenghasilan.

Intinya supaya mereka punya kesibukan dan tidak kembali ke lingkungan yang salah,” gunakannya.

Menunjang kemandirian ekonomi

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banda Aceh, Drs. Fahmi, M.Si, mengatakan, pihaknya akan melaksanakan program pelatihan berbasis kompetensi kemasyarakatan dan kewirausahaan bagi para mantan penyalahguna narkoba (pasca rehabilitasi) secara efektif, terarah, dan akuntabel.

Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para mantan penyalahguna narkoba (pasca rehabilitasi) agar mereka memiliki keterampilan yang dapat menunjang kemandirian ekonomi.

Selain itu kata Fahmi, kerja sama ini  memperkuat sinergi antara Badan Narkotika Nasional Kota Banda Aceh dengan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas tenaga Kerja dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banda Aceh dalam memberikan pelatihan berbasis kompetensi kemasyarakatan dan kewirausahaan kepada penyalahguna Narkoba.

Ia berharap, melalui program ini yang nantinya setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Latihan kerja Kota Banda Aceh akan melibatkan  mantan penyalahguna narkoba (pasca rehabilitasi) khususnya di Kota Banda Aceh.

“Diharapkan mereka dapat lebih dekat dengan dunia kerja dan dunia usaha. Sehingga mampu berperan aktif untuk dirinya sendiri dan masyarakat serta menjauhi penyalahgunaan narkoba di masa mendatang,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *