Warga Minta Pemko Banda Aceh Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Harga Daging Meugang

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Sejumlah warga Banda Aceh meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga daging menjelang meugang Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Warga menilai, kenaikan harga daging kerap terjadi setiap menjelang meugang sehingga memberatkan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan intervensi pasar lebih awal.

Salah seorang warga Banda Aceh, Zainal, mengatakan Pemko Banda Aceh perlu kembali menggelar pasar murah khusus daging meugang seperti yang pernah dilaksanakan pada tahun lalu.

Menurutnya, kebijakan tersebut terbukti membantu masyarakat mendapatkan daging dengan harga yang lebih stabil.

“Pasar murah daging meugang tahun lalu sangat membantu kami. Harganya tidak jauh berbeda dengan hari biasa sehingga kami tetap bisa menikmati meugang bersama keluarga,” kata Zainal, Minggu, 25 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Ia berharap kebijakan serupa kembali dilakukan tahun ini agar masyarakat tidak terdampak lonjakan harga menjelang Ramadhan.

Pemko Banda Aceh melalui UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan pada meugang Ramadhan dan Idul Fitri 2025 melaksanakan operasi pasar murah daging meugang tanpa menggunakan anggaran APBK.

Operasi pasar tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga daging di tingkat konsumen.

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu menahan kenaikan harga daging di pasaran serta membantu warga memenuhi kebutuhan meugang.

Sejumlah warga menilai langkah intervensi pasar tersebut efektif dan berharap dapat kembali diterapkan pada meugang Ramadhan tahun ini.

Mereka menilai pasar murah daging meugang perlu menjadi salah satu instrumen pengendalian harga di Kota Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala UPTD RPH Banda Aceh, Heriansyah, mengatakan pelaksanaan kembali operasi pasar murah daging meugang bergantung pada kebijakan pemerintah kota.

Ia mengaku siap menjalankan tugas jika kembali ditugaskan untuk melakukan intervensi pasar.

“Jika ada arahan dari pimpinan, kami siap melaksanakan operasi pasar seperti tahun lalu,” ujarnya singkat.

Warga berharap Pemko Banda Aceh segera menetapkan kebijakan terkait pengendalian harga daging agar masyarakat dapat menjalankan tradisi meugang dengan tenang menjelang Ramadhan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *