TDMRC USK Tutup LMI-SIR 2026, Perkuat Jejaring Riset Internasional

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK) memperingati 20 tahun berdirinya sekaligus menutup konferensi internasional The 5th Annual Meeting of the LMI-SIR Project 2026.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Dr. Ir. M. Ridha, M.Eng., Gedung TDMRC USK, Banda Aceh. Momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi internasional dalam penelitian dan pengurangan risiko bencana.

Kepala TDMRC USK, Muksin, menyampaikan bahwa LMI-SIR 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan peserta dan pemateri dari Indonesia, Prancis, Jepang, Swedia, Kenya, Singapura, dan India.

Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan 51 presentasi, dengan 38 di antaranya merupakan presentasi oral. Selain konferensi, kegiatan juga menghadirkan pelatihan untuk memperdalam pengetahuan dan pendekatan penelitian di bidang kebencanaan.

“Dalam kegiatan ini terdapat 51 presentasi, yang terdiri atas 38 presentasi oral,” ujar Muksin saat menyampaikan laporan pelaksanaan LMI-SIR 2026.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut, Malang, Jawa Timur, diperkenalkan sebagai tuan rumah LMI-SIR 2027. Sukri Maryanto dari Universitas Brawijaya memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan, termasuk agenda kunjungan lapangan untuk mempelajari fenomena geologi dan potensi bahaya bencana.

Sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi tujuan kunjungan meliputi Gunung Bromo, Semeru, Kelud, Ijen, hingga kawasan Lumpur Lapindo. Rincian agenda tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh panitia penyelenggara.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peringatan dua dekade TDMRC USK. Wakil Rektor I USK, Heru, mengatakan bahwa selama 20 tahun perjalanan, TDMRC telah berkontribusi dalam pengembangan penelitian kebencanaan di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar perayaan usia lembaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat dan meningkatkan kontribusi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Peringatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat motivasi dan juga menjadi energi baru untuk meningkatkan kontribusinya kepada dunia, khususnya dalam hal kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Heru menjelaskan, peringatan 20 tahun TDMRC diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk seminar yang menghadirkan peneliti internasional dan Disaster Science Camp. Program tersebut melibatkan pelajar SMA untuk memperkenalkan ilmu kebencanaan serta meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai mitigasi bencana.

Perayaan dua dekade TDMRC juga dirangkaikan dengan penyerahan TDMRC Awards sebagai bentuk apresiasi kepada individu dan institusi yang berkontribusi dalam penguatan ketahanan bencana. Sejumlah institusi dari Italia, Jepang, Jerman, dan negara lainnya turut menerima penghargaan tersebut.

Heru berharap kehadiran berbagai institusi nasional dan internasional dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang kebencanaan. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk mendorong perhatian terhadap kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Puncak peringatan ditandai dengan pemutaran video perjalanan 20 tahun TDMRC, laporan ketua panitia, sambutan Rektor USK, serta penyerahan TDMRC Awards untuk kategori individu dan institusi.

TDMRC USK berdiri pada 30 Oktober 2006 sebagai respons terhadap bencana tsunami Aceh 2004. Selama dua dekade, lembaga ini terus mengembangkan penelitian, pendidikan, inovasi, dan kolaborasi dalam bidang mitigasi bencana.

Melalui momentum tersebut, TDMRC diharapkan semakin memperluas kontribusi dalam pengurangan risiko bencana dan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *