PMI Sabang Gelar MUSKOT ke-5, Tetapkan Arah Organisasi Lima Tahun

Sabang|BidikIndonesia.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sabang menggelar Musyawarah Kota (MUSKOT) ke-5 sebagai momentum penting untuk menentukan arah kebijakan dan perjalanan organisasi kemanusiaan tersebut selama lima tahun mendatang. Ketua PMI Kota Sabang, Drs. Suradji Junus, mengatakan MUSKOT menjadi forum strategis bagi seluruh peserta untuk memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan dan keberlanjutan pelayanan PMI di Kota Sabang, Sabtu 31 Oktober 2026.

Suradji Junus menyampaikan, pelaksanaan MUSKOT ke-5 juga menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam mengevaluasi kepengurusan periode 2021-2026. Sesuai ketentuan Anggaran Dasar PMI Bab VIII, pihaknya menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas seluruh hasil kerja kepengurusan sebelumnya untuk mendapatkan penilaian dan evaluasi dari peserta musyawarah.

“Penyelenggaraan MUSKOT tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Melalui forum ini, kita harapkan lahir keputusan dan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat serta memperkuat peran PMI di tengah kehidupan sosial,” ucap Ketua PMI Kota Sabang Drs. Suradji Junus

Lebih lanjut, Suradji menyebutkan, arah kebijakan PMI mengacu pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-22 melalui visi terwujudnya Palang Merah Indonesia yang profesional, bersinergi dan berkelanjutan. Visi tersebut dijalankan melalui misi memperluas layanan kemanusiaan yang inklusif dan terstandar, memperkuat tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, serta meningkatkan kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Pencapaian visi dan misi tersebut harus dilandasi tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. Ketujuh prinsip itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena masing-masing memiliki peran penting dalam menjaga identitas, integritas dan keberlangsungan gerakan kemanusiaan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Suradji menegaskan, seluruh jajaran PMI di setiap tingkatan harus menjadikan prinsip-prinsip dasar tersebut sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar jangkauan pelayanan kemanusiaan semakin luas dan mampu menjawab tantangan di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Suradji Junus atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus PMI Kota Sabang periode 2021-2026 turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah kepemimpinan terdapat kekurangan, kesalahan maupun kekhilafan. Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh undangan, peserta dan peninjau MUSKOT ke-5 serta berharap seluruh rangkaian agenda dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan PMI Kota Sabang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *