Sabang|BidikIndonesia.com – Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah terus diperkuat melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Kota Sabang. Ketua TP-PKK Kota Sabang, Nuri Farisal, mengapresiasi kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut tersebut karena turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga rupiah.
Nuri mengatakan, rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan dan identitas bangsa yang mempersatukan masyarakat Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu memiliki rasa cinta, bangga, dan pemahaman yang baik terhadap mata uang nasional.
“Sudah sepatutnya kita memiliki rasa cinta, kebanggaan, dan pemahaman yang baik terhadap uang Rupiah. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal Rupiah, tetapi juga harus mampu merawat, menggunakan, dan memperlakukannya dengan baik,” ujar Nuri.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 5J dalam merawat uang rupiah, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bentuk kepedulian dalam menjaga kualitas uang rupiah agar tetap layak digunakan sebagai alat transaksi.
“Bagi Sabang sebagai daerah kepulauan, ketersediaan uang Rupiah dan kemudahan layanan penukaran tentu sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, baik di sektor pariwisata, perdagangan, maupun UMKM. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, mulai dari generasi muda, pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat di gampong,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, tersebut mencakup sosialisasi CBP Rupiah serta layanan penukaran uang bagi masyarakat. Nuri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperluas edukasi dan memudahkan masyarakat memperoleh layanan penukaran uang.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 dengan mengusung tema Dari Belawan ke Pulau Sabang, Rupiah Terjaga Negara Berdaulat. Ekspedisi yang digelar Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut tersebut menjangkau Pulau Sembilan, Pulau Kampai, Pulau Pusong, hingga Pulau Sabang untuk memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan kualitas rupiah di wilayah kepulauan.


