Nelayan Sabang Keluhkan Pembatasan BBM Bersubsidi, Kuota Dinilai Belum Mencukupi

Sabang|BidikIndonesia.com – Sejumlah nelayan di Kota Sabang, Aceh, mengeluhkan pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional melaut. Keterbatasan jumlah BBM yang diterima membuat nelayan harus mengantre dan terkadang menunda keberangkatan mencari ikan.

Salah seorang nelayan Sabang, Muslim, mengatakan kapal berukuran tujuh gross ton (GT) yang dioperasikannya membutuhkan sekitar 200 liter BBM untuk kebutuhan melaut. Namun, ia mengaku hanya menerima 100 liter terlebih dahulu sehingga harus kembali mengantre untuk mendapatkan sisa BBM.

“Kalau kita minta minyak 200 liter, diberikan 100 liter. Berarti 100 liter lagi besok diambil, masa ke laut rugi tiap hari karena waktu mau pergi tidak ada minyak,” ujar Muslim, Sabtu 31 Oktober 2026.

Menurutnya, keterbatasan BBM berdampak langsung terhadap aktivitas dan biaya operasional nelayan. Kondisi tersebut semakin menyulitkan kapal yang harus melaut hingga beberapa hari untuk mencari ikan.

Selain jumlah BBM, Muslim juga mengeluhkan masa berlaku surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang hanya satu bulan. Ia menilai jangka waktu tersebut terlalu singkat karena nelayan harus kembali mengurus perpanjangan agar tetap bisa memperoleh BBM bersubsidi.

Bacaan Lainnya

“Surat 25 hari lagi mati, harus ke dinas lagi. Kenapa tidak diterbitkan dalam tiga bulan atau satu tahun,” ungkapnya.

Tidak hanya BBM dan administrasi, nelayan juga menghadapi kendala lain, mulai dari pengurusan perizinan kapal dan usaha perikanan hingga kebutuhan alat tangkap serta kondisi armada. Berbagai persoalan tersebut dinilai membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah.

Muslim berharap pemerintah dapat mengevaluasi mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar jumlah yang diberikan sesuai dengan ukuran kapal dan kebutuhan operasional melaut. Ia juga berharap masa berlaku surat rekomendasi dapat diperpanjang sehingga aktivitas nelayan tidak terus terkendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *