Ibu PKK Gampong Lambunot Paya Dilatih Produksi Sabun Cuci Piring, Dorong Ekonomi Rumah Tangga

Screenshot

Aceh Besar|BidikIndonesia.com  – Kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gampong Lambunot Paya, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, mengikutikegiatan pelatihan produksi sabun cuci piring sebagai bagiandari program pengabdian kepada masyarakat tahun 2026.Kegiatan bertajukPemberdayaan Masyarakat Gampong Lambunot Paya, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar melaluiPelatihan Produksi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Rumah Tanggatersebut dilaksanakanuntuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilanmasyarakat sekaligus membuka peluang pengembangankegiatan ekonomi produktif berbasis kelompok PKK.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dariInstitut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Nurdin Abdurrahman (INAR) dengan melibatkan masyarakat Gampong LambunotPaya sebagai mitra sasaran. Tim pelaksana terdiri atas Yulidar, S.Si., M.Si. sebagai ketua, serta Muhammad Shalahuddin, SKM., MKM., Ns. Mukhlis, S.Kep., M.Kep., Naiza Salsabila, dan M. Fazaki sebagai anggota.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masihterbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalammemproduksi sabun cuci piring. Selain itu, kelompok PKK belum optimal dikembangkan sebagai kelompok usahaproduktif dan belum memiliki peralatan produksi yang dapatdigunakan secara bersama-sama. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Materi yang diberikanmeliputi pengenalan bahan dan fungsi bahan, formulasi, proses pencampuran dan pengadukan, keselamatan kerja, pengemasan, penyimpanan, hingga pengendalian mutusederhana.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan iniadalah alat pengaduk sabun berbasis motor listrik dengankapasitas sekitar 20–30 liter per proses. Peserta mendapatkankesempatan untuk mengoperasikan alat tersebut secaralangsung dengan pendampingan dari tim pelaksana.Penggunaan teknologi tepat guna tersebut mendapat responspositif dari masyarakat. Peserta terlihat aktif mengikutidemonstrasi, mencoba mengoperasikan alat, serta memahamitahapan produksi secara bertahap. Teknologi ini diharapkandapat membantu kelompok melakukan proses produksidengan lebih praktis dan efisien dibandingkan pengadukansecara manual. Selain memberikan alat, tim pengabdian juga melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan melaluimodul pelatihan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanyamenerima peralatan, tetapi juga memiliki pedoman untukmelanjutkan proses produksi setelah kegiatan pelatihanselesai.

Antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang menonjoldalam kegiatan tersebut. Peserta aktif mengikuti penjelasan, mengajukan pertanyaan, melakukan pencampuran bahan, menggunakan alat pengaduk, hingga melakukan pengemasanproduk. Hasil praktik menunjukkan bahwa peserta mampumengikuti tahapan produksi dengan baik dan memperolehpengalaman baru yang dapat diterapkan kembali di tingkatrumah tangga maupun kelompok.

Bacaan Lainnya

Ketua tim pengabdian, Yulidar, S.Si., M.Si., mengatakanbahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihansemata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi kelompokPKK untuk mengembangkan kegiatan produksi secaraberkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikanketerampilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baikuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagaidasar pengembangan kegiatan ekonomi produktif kelompok,” demikian arah program yang tercermin dalam laporankegiatan.

Kegiatan juga mendorong anggota PKK untuk bekerjasecara berkelompok melalui pembagian tugas, mulai daripersiapan bahan, proses produksi, pengoperasian alat hinggapengemasan. Pola kerja tersebut menjadi pengalaman awalbagi masyarakat dalam membangun kegiatan produksibersama. Dari kegiatan praktik tersebut telah dihasilkanproduk sabun cuci piring sebagai bukti awal bahwa teknologidan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat. Selain produk, luaran kegiatan mencakup alatpengaduk sabun, modul pelatihan, SOP produksi, sertapeningkatan kemampuan peserta dalam mengoperasikanteknologi sederhana.

Program ini juga diharapkan dapat mengurangiketergantungan masyarakat terhadap produk kebutuhan rumahtangga yang selama ini dibeli dari luar gampong. Jika dikembangkan secara konsisten, produksi sabun dapatdiarahkan menjadi salah satu kegiatan ekonomi produktifkelompok PKK. Meski demikian, tim pengabdianmenegaskan bahwa dampak ekonomi pada tahap awal belumdiukur dalam bentuk peningkatan pendapatan. Manfaat ekonomi saat ini masih berupa peluang yang dapatdikembangkan melalui produksi berkelanjutan, pencatatanbiaya, penentuan harga, pemasaran, dan pengelolaan usahakelompok. Ke depan, kelompok PKK Gampong LambunotPaya diarahkan untuk menyusun pola produksi yang lebihteratur, pembagian tugas anggota, pencatatan penggunaanbahan dan hasil produksi, pengembangan kemasan, sertapemasaran produk secara bertahap di lingkungan gampongdan sekitarnya.

Program pengabdian ini menjadi salah satu upayaperguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan teknologitepat guna dan penguatan kapasitas masyarakat. Dengandukungan pemerintah gampong dan komitmen kelompokPKK, keterampilan yang telah diperoleh diharapkan dapatterus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *