UBBG beri pendampingan masyarakat olah makanan kering tahan lama

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Program pengabdian Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh memberi pendampingan kepada masyarakat dalam mengolah makanan kering tahan lama guna memperkuat ketahanan pangan.

Ketua Pelaksana Program Pengabdian UBBG Meriza Faradila di Banda Aceh, Selasa, mengatakan pendampingan mengolah makanan kering tersebut diberikan kepada masyarakat Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

“Pendampingan dilakukan bertahap yang tujuan akhirnya masyarakat mampu menghasilkan makanan kering tahan lama. Pendampingan ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya

Ia mengatakan pendampingan tersebut dengan dukungan pendanaan BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Adapun makanan kering yang diolah di antaranya dari ikan, pisang, singkong, serta berbagai sumber pangan lainnya.

Meriza Faradila menyebutkan pendampingan dilakukan dengan pelatihan langsung mulai dari pemilihan dan persiapan bahan, proses pengolahan, sanitasi dan keamanan pangan, pengeringan hingga pengemasan dan penyimpanan.

Bacaan Lainnya

“Pelatihan dilakukan dengan pendekatan praktik. Masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mencoba setiap tahapan pengolahan,” katanya.

Dalam pendampingan pengolahan pangan tersebut, kata dia, masyarakat dilatih menggunakan teknologi pengeringan berbasis tenaga surya. Teknologi tepat guna tersebut diperkenalkan agar masyarakat tidak tergantung menggunakan pengeringan listrik.

“Teknologi berbasis tenaga surya ini penting karena lebih higienis dan efisien serta dapat memperpanjang daya simpan pangan. Dengan pelatihan ini, bahan pangan yang sebelumnya cepat mengalami kerusakan, diolah menjadi produk kering dan dapat disimpan lama,” katanya.

Meriza Faradilla mengharapkan pendampingan tersebut dapat melahirkan kader pangan desa dan meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat dalam memproduksi pangan kering secara berkelanjutan.

“Yang terpenting dari pendampingan tersebut adalah membangun kemampuan masyarakat mengelola pangan, sehingga ketika terjadi kondisi darurat, masyarakat memiliki cadangan pangan yang dapat diandalkan,” kata Meriza Faradilla.

Keuchik (kepala desa) Gampong Baet Azhari mengatakan pendampingan dan pelatihan pengolahan makanan kering tersebut diberikan kepada 10 orang. Peserta dari kelompok PKK Gampong Baet.

“Kami mengapresiasi pendampingan dan pelatihan yang diberikan. Pangan yang tersedia, tidak hanya dikonsumsi saat ini juga, tetapi juga dapat diolah dan disimpang menjadi cadangan pangan keluarga,” kata Azhari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *