Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memperkuat jaringan distribusi melalui kantor cabang di berbagai wilayah guna memastikan bantuan pangan dari pemerintah sampai ke tangan masyarakat penerima manfaat.
“Alhamdulillah, penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) alokasi Juli sampai September 2026 di Aceh terus bergerak di seluruh kabupaten/kota guna didistribusikan kepada seluruh keluarga penerima manfaat,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, di Banda Aceh.
Ia menyebutkan realisasi penyaluran Bantuan Pangan di seluruh wilayah kerja Bulog Kanwil Aceh telah mencapai 186.930 kilogram atau sekitar 186,93 ton, dari total target penyaluran sebesar 24.771.870 kilogram atau sekitar 24.771,87 ton.
“Realisasi sementara tercatat sebesar 0,75 persen. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa proses penyaluran Banpang telah mulai berjalan di sejumlah wilayah dan akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga seluruh alokasi tersalurkan kepada masyarakat penerima bantuan pangan (PBP),” katanya.
Ia mengatakan untuk menjangkau wilayah Aceh yang luas, penyaluran Banpang diperkuat melalui tujuh kantor cabang Bulog, yaitu Kancab Sigli, Kancab Lhokseumawe, Kancab Takengon, Kancab Langsa, Kancab Blangpidie, Kancab Meulaboh, dan Kancab Kutacane.
“Jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan distribusi bantuan pangan kepada masyarakat. Dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi, dari bagian timur hingga barat dan selatan Aceh, kantor cabang Bulog menjadi simpul distribusi yang menghubungkan beras bantuan pemerintah dengan daerah penerima,” katanya.
Ia merincikan, dari realisasi sementara tersebut, penyaluran telah tercatat melalui beberapa wilayah kerja, yakni Kanwil Aceh sebesar 11.010 kilogram, Kantor Cabang Langsa 74.070 kilogram, Kancab Meulaboh 49.590 kilogram, dan Kancab Blangpidie 52.260 kilogram.
Sementara itu, penyaluran melalui Kancab Lhokseumawe, Kancab Sigli, Kancab Kutacane, dan Kancab Takengon masih dalam tahap persiapan dan akan terus bergerak sesuai dengan kesiapan penyaluran di masing-masing wilayah.
“Distribusi Banpang di Aceh berlangsung secara bertahap. Setiap wilayah memiliki tahapan dan kesiapan distribusi masing-masing, namun target akhirnya tetap sama yakni memastikan bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran perdana telah dimulai pada 15 Agustus 2026 di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Dalam alokasi Juli sampai September 2026, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan.
Adapun proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum BULOG, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta pihak terkait lainnya.
“Koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai data dan ketentuan yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia mengatakan, proses penyaluran membutuhkan pengawalan secara bertahap dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Karena itu, Bulog terus memastikan kesiapan stok, distribusi, koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga proses penyaluran di tingkat masyarakat berjalan dengan lancar.
“Setiap kilogram beras yang keluar dari titik distribusi menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memenuhi target penyaluran Banpang di seluruh Aceh. Bantuan itu harus bergerak dan sampai, dari gudang Bulog, menuju kantor cabang, diteruskan ke titik-titik penyaluran di daerah, hingga akhirnya diterima oleh masyarakat yang berhak ” katanya.
