Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan gerakan pangan murah atau pasar murah bersubsidi dalam rangka memeriahkan HUT ke 81 Republik Indonesia serta menyambut maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkot Banda Aceh dalam menyambut HUT RI ke-81 sekaligus menyambut bulan maulid yang jatuh pada 25 Agustus,” kata Wali Kota Banda Aceh IIliza Sa’aduddin Djamal di Banda Aceh, Rabu.
Pasar murah HUT RI dan maulid ini dilaksanakan selama dua hari pada dua titik, yakni pada 18 Agustus di Taman Ratu Safiatuddin dan 19 Agustus di Kantor Camat Meuraxa, Banda Aceh.
Dalam gerakan pangan murah ini, pemerintah menghadirkan 800 paket yang masing-masing berisi beras 10 kilogram (kg) seharga Rp113 ribu, gula pasir satu kg Rp16 ribu, minyak goreng dua liter Rp39 ribu dan telur ayam satu papan Rp41 ribu.
Sehingga, setiap paket kebutuhan pokok tersebut dijual dengan harga Rp209 ribu, angka itu setelah mendapatkan subsidi pemerintah Rp80 ribu per paket.
“Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp80 ribu per paket, sehingga masyarakat cukup membayar Rp209.000 untuk mendapatkan seluruh komoditas tersebut,” ujar Illiza.
Illiza menyampaikan, kegiatan pasar murah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Menurutnya, program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi menjelang hari besar seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia menegaskan, Pemkot Banda Aceh berkomitmen untuk terus menggelar pasar murah secara berkala sebagai upaya mendukung daya beli masyarakat dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di ibu kota provinsi Aceh itu.
“Ini juga bentuk amanah sebagai pimpinan. Kita sadar masih banyak perjuangan yang belum dilakukan, salah satunya ini kita wujudkan untuk membantu beban masyarakat. Insyaallah ini akan kita adakan sampai akhir tahun ini,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.
