Plt Kadistanbun Aceh Tinjau Padi Gogo di Aceh Utara

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Azanuddin Kurnia,SP, MP, meninjau langsung perkembangan tanaman padi gogo di lahan terdampak bencana hidrometeorologi di Matang Siujuek,Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala UPTD Mektan, Zubir Syahputra, SE, MM, serta Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara, Erwandi,SP, M.Si.

Azanuddin Senin 30 Maret 2026 mengatakan ia berupaya memfasilitasi sesuai kewenangan yang ada dan selain itu juga total luas lahan persawahan terdampak bencana di Aceh mencapai 57.364 hektare per 6 Februari 2026,dengan rincian rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, dan rusak berat 16.276 hektare.

“iya kita telah melakukan kunjungan langsung kelapangan untuk melihat kerusakan ringan dan sebagian sedang, saat ini sedang diproses melalui Kementerian Pertanian. Sementara kerusakan berat direncanakan ditangani oleh Kementerian PUPR,”

Azanuddin meminta seluruh pihak, termasuk dinas terkait di kabupaten/kota dan masyarakat, untuk segera melengkapi persyaratanyang dibutuhkan agar proses pemulihan dapat segera dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

Ini merupakan kunjungan kedua Azanuddin ke lokasi tersebut. Sebelumnya, ia hadir saat penanaman perdana sekitar 42 hari lalubersama Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal. Kunjungan kali ini bertujuan melihat perkembangan tanaman sekaligusmemberi semangat dan apresiasi kepada petani serta LSM GNRI Aceh dan GNRI Aceh Utara yang menjadi pelopor penanaman padigogo di lahan terdampak bencana.

Usai peninjauan, juga melakukan diskusi bersama kelompok tani di rumah warga. Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan kebutuhan mendesak seperti bantuan pompa air dan tambahan benih padi gogo untuk memperluas areal tanam.

“Kita harus mengembalikan kondisi sawah minimal seperti sebelum bencana, bahkan kalau bisa lebih baik,, astacita pemerintah pusat harus kita jalankan ” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sesuai arahan pemerintah, Aceh harus tetap menjaga kontribusi terhadap ketahanan dan swasembadapangan nasional, termasuk mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS).

“Perbaikan lahan akan terus dilakukan meski membutuhkan waktu dan perjuangan panjang,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *