Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meluncurkan inovasi Informasi Pengendalian Pembangunan Aceh Tengah (IPAKATEN) guna memperkuat tata kelola pemerintahan yakni perencanaan selaras realisasi di lapangan.
“Kehadiran IPAKATEN tersebut mentransformasikan pola pengendalian pembangunan yang sebelumnya konvensional dan administratif menjadi mekanisme yang proaktif, terukur, responsif, serta berbasis data mutakhir,” kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga di Takengon.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela peluncuran inovasi IPAKATEN yang digagas Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Luken Bugeking, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) LAN RI Tahun 2026.
Menurut dia, percepatan pembangunan daerah mutlak memerlukan sistem pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan riil di lapangan,” katanya.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyambut baik kehadiran inovasi IPAKATEN. Di era keterbukaan informasi ini, pengendalian pembangunan tidak boleh lagi berjalan lambat atau sekadar menggugurkan kewajiban laporan administratif. Kita ingin setiap rupiah anggaran daerah benar-benar berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia berharap melalui sistem berbasis data tersebut, potensi hambatan dapat dideteksi sejak dini, sehingga langkah mitigasi bisa diambil dengan cepat dan tepat.
Bupati Aceh Tengah juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap peluncuran inovasi strategis tersebut.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Luken Bugeking, menjelaskan bahwa IPAKATEN dirancang untuk menjembatani jurang antara perencanaan dan realisasi di lapangan dengan mengoptimalkan data pelaporan SiTranspor yang dilengkapi fitur dashboard analitik, analisis target, serta sistem peringatan dini.
“Selama ini tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengubah tumpukan data laporan menjadi bahan kendali yang cepat ditindaklanjuti,” katanya.
Ia mengatakan IPAKATEN dapat mengintegrasikan lewat mekanisme Desk Pra-Rapim, Rapat Pimpinan evaluasi program, hingga pendampingan langsung bagi Organisasi Perangkat Daerah yang mengalami deviasi kritis.
“Semangat utama kita jelas. Dari Data Menjadi Kendali Pembangunan yang Nyata,” kaya Luken Bugeking.
Ia berharap melalui penerapan IPAKATEN, koordinasi lintas instansi bisa berjalan lebih terarah dan terdokumentasi dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh berbagai lini pemerintahan.
“Bagi pimpinan daerah, inovasi ini menyediakan ringkasan informasi akurat sebagai landasan cepat dalam pengambilan keputusan strategis, sementara bagi Bagian Administrasi Pembangunan dapat memperkuat fungsi monitoring, evaluasi, dan pengendalian secara sistematis,” katanya.
Pemkab Aceh Tengah berkomitmen menjaga keberlanjutan IPAKATEN melalui pemutakhiran data berkala dan evaluasi rutin demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel sejalan dengan semangat bersama kita membangun.


