Aceh Barat|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menginstruksikan masyarakat muslim agar menggelar shalat istisqa (shalat minta hujan) seiring dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di daerah setempat yang saat ini telah mencapai seluas 19 hektare.
“Shalat minta hujan ini akan dibimbing oleh MPU Aceh Barat, tadi sudah selesai rapatnya di kantor,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Aceh Barat, Senin.
Seperti diketahui, shalat istisqa adalah salat sunnah dua rakaat yang dianjurkan (muakkadah) dalam Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan panjang, dan shalat ini dilakukan dengan cara berjamaah di tanah lapang diikuti khutbah dan doa khusus memohon rahmat air.
Tata caranya mirip shalat Id, yaitu ada takbir tambahan (tujuh di rakaat pertama, lima di rakaat kedua) dan khutbah setelah salat, namun dengan penekanan pada istighfar dan taubat.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan pelaksanaan shalat istisqa nantinya akan digelar secara serentak pada Rabu (28/1) yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.
Masyarakat yang bermukim di setiap kecamatan di Aceh Barat, kata dia, juga diimbau agar dapat melaksanakan ibadah shalat sunnah tersebut, dan melakukan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan, sehingga musibah kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat segera teratasi.
Tarmizi mengatakan shalat ini juga sebagai ikhtiar masyarakat muslim, agar persoalan kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah kecamatan di Aceh Barat, diharapkan segera teratasi dengan turunnya hujan.







