Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala, melaksanakan Field Trip (Studi Lapangan) Terpadu di Waduk Keuliling, Aceh Besar, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini bertema “Penguatan Kompetensi Lapangan Mahasiswa melalui Field Trip Terpadu Kajian Biota dan Ekologi Perairan.”
Field trip terpadu ini dilaksanakan, sebagai bentuk penguatan pembelajaran praktikum lapangan bagi mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Adapun mata kuliah yang terintegrasi dalam kegiatan ini meliputi Avertebrata Air, Ekologi Perairan, Planktonologi, dan Ikhtiologi.
Kegiatan ini diketuai oleh Nurfadillah, dengan dukungan dan koordinasi dari Irma Dewiyanti selaku Kepala Laboratorium Biologi Laut USK. Serta diikuti oleh mahasiswa dari beberapa program studi, yaitu Ilmu Kelautan, Budidaya Perairan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, serta Teknologi Industri Hasil Perikanan.
Nurfadillah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa, dalam mengamati kondisi ekosistem perairan, mengenali berbagai jenis biota, serta memahami hubungan antara organisme perairan dengan habitatnya.
“Melalui field trip terpadu ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga dilatih untuk melakukan pengamatan, identifikasi, pencatatan data, dan analisis sederhana secara langsung di lapangan. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun keterampilan ilmiah dan kepekaan mahasiswa terhadap ekosistem perairan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Biologi Laut USK, Irma Dewiyanti menyampaikan bahwa Laboratorium Biologi Laut berperan penting dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik, riset, dan penguatan kompetensi mahasiswa di bidang kelautan dan perikanan.
“Field trip terpadu ini menjadi salah satu upaya laboratorium dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu memahami kondisi nyata ekosistem perairan, mengenali komponen biota, serta mengembangkan kemampuan kerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab ilmiah,” jelasnya.
Adapun dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap berbagai komponen biota dan ekologi perairan, termasuk plankton, ikan, avertebrata air, serta kondisi habitat perairan di sekitar Waduk Keuliling. Data hasil pengamatan lapangan selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pembelajaran, diskusi, dan penyusunan laporan praktikum terpadu.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik yang lebih aplikatif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan pengelolaan sumber daya perairan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki kompetensi lapangan, berpikir ilmiah, serta peduli terhadap keberlanjutan ekosistem perairan.







