Bireun|BidikIndonesia.com – Puluhan warga Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen yang mulai kembali ke rumah selain peralatan rumah rusak, air bersih juga tidak ada.
Selama ini mengandalkan bantuan dari PMI Bireuen yang memasok air, sedangkan jaringan PDAM masih rusak sehingga kesulitan mendapatkan air bersih.
Hal tersebut disampaikan Ainol Mardiah salah seorang warga Alue Kuta Jangka yang mulai kembali ke rumah dan sejumlah warga lainnya saat mengambil air dari drum plastik berisi air bantuan PMI Bireuen untuk mereka.
Desa tersebut hampir setiap rumah terdapat satu drum plastik tempat menampung air bantuan PMI Bireuen.
Kemudian, ada yang mengambil air dengan jerigen dari desa lain dibawa pulang ke desanya.
Belum tersedianya air bersih juga dialami warga Kuala Ceurape dan beberapa desa lainnya pesisir Jangka.
“Air bersih ini bantuan PMI Bireuen diantar ke sini, kami mengambil dengan jerigen untuk dimasak,” ujar Ainol Mardhiah.
Menjawab Serambinews.com sumur rumah tangga, mereka menyebutkan air sumur keruh dan sedikit bau sehingga tidak mungkin digunakan.
“Jangankan untuk memasak untuk mandi atau cuci pakaian juga tidak mungkin,” ujarnya.
Mencuci pakaian katanya mereka menggunakan air tambak, sebagian pergi ke sungai yang jauhnya mencapai 1 Km lebih, air sungai Krueng Peusangan juga masih berlumpur dan berwarna kuning.
Mereka mengharapkan dibangun sumur bor di lokasi tertentu agar airnya bersih dan mengharapkan jaringan PDAM segera diperbaiki.
Di pengungsian katanya, air bersih juga bantuan PMI serta ada satu sumur bor, air dari sumur bor kurang bagus.
“Kami serba kesulitan, peralatan dapur rusak dihantam banjir, air bersih juga belum ada yang sudah ada bantuan PMI yang dipasok beberapa hari sekali dengan mobil tangki,” ujar kaum ibu. (*)







